Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Masa Liburan Sekolah, Guru di Mojokerto Diwajibkan Memperkuat Kompetensi

Indah Oceananda • Kamis, 2 Juli 2026 | 12:23 WIB
TAK LIBUR: Salah satu kegiatan peningkatan kompetensi pendidik di SMAN 1 Gondang selama libur semester. (Oce JPRM)
TAK LIBUR: Salah satu kegiatan peningkatan kompetensi pendidik di SMAN 1 Gondang selama libur semester. (Oce JPRM) 

Siapkan Materi Inovatif untuk Tahun Ajaran Baru 

MOJOKERTO RAYA - Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur (Jatim) meminta para guru memanfaatkan dengan baik masa libur sekolah untuk memperkuat kompetensi dan menyiapkan berbagai inovasi pembelajaran jelang tahun ajaran baru 2026/2027 dimulai. Selama momentum libur sekolah ini, sedianya dijadikan oleh para pendidik dalam meningkatkan kemampuan ilmu pengetahuan yang lebih produktif. 

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto Pinky Hidayati mengungkapkan, sesuai instruksi dari Dindik Jatim, para guru memang diwajibkan memanfaatkan waktu libur untuk meningkatkan kompetensi dan berinovasi.

Di mana, pada 22 Juni-12 Juli ini, para guru diminta menggunakan waktu libur mereka guna meningkatkan kompetensi dan berinovasi. ”Murid berlibur untuk mengisi energi, sedangkan guru memanfaatkan waktu untuk memperkuat kompetensi,” katanya, kemarin (1/7). 

Menyambut tahun ajaran baru ini, lanjutnya, guru-guru di Jatim khususnya di Mojokerto Raya diimbau untuk tidak berhenti belajar. Sebab, tantangan dunia pendidikan kini dinilai semakin kompleks. Terutama dengan pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan pergeseran karakter belajar siswa. 

”Sehingga, dengan penguatan selama libur semester ini, saat murid kembali masuk sekolah pada 13 Juli nanti, mereka harus bertemu dengan guru yang lebih kreatif, inovatif, dan menginspirasi,” jelasnya. 

Cabdindik juga telah menyiapkan dan menyarankan serangkaian agenda wajib bagi guru selama masa transisi ini. Di antaranya melakukan pemetaan kemampuan siswa melalui tes diagnostik, penyusunan program adaptasi siswa baru, hingga penguatan program literasi sekolah. 

Pinky juga mewajibkan para guru melakukan refleksi pembelajaran untuk mengevaluasi metode yang digunakan selama satu tahun terakhir. ”Hasil refleksi tersebut nantinya harus dituangkan dalam rencana perbaikan pembelajaran yang lebih konkret untuk tahun ajaran baru,” imbuhnya. Selain itu, beberapa topik penguatan kompetensi juga ditekankan Dindik Jatim. Mencakup deep learning, active learning, project-based learning, hingga pemanfaatan teknologi teaching with AI, dan kemampuan public speaking. 

”Selain fokus pada ranah akademis, kami juga tetap memberlakukan sistem piket melalui Program SIKAP (Sistem Kinerja Aktif Pengajar) di satuan pendidikan. Guru yang bertugas tetap bertanggung jawab merawat lingkungan sekolah, mulai dari tanaman hingga perikanan, serta mendokumentasikan perkembangannya secara berkala,” pungkasnya. (oce/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#dinas pendidikan jawa timur #guru mojokerto #kompetensi guru #Dindik Jatim