Kegiatan belajar IPA di SMP Negeri 5 Mojokerto semakin seru dan asyik dengan menghadirkan pengalaman belajar yang lebih personal, interaktif, dan aplikatif melalui proyek BIOREKA NUSANTARA. Kegiatan ini mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran STEAM (Science Technology Engineering Art Mathematics).
Selama kegiatan berlangsung, murid-murid SMP Negeri 5 Mojokerto terlihat excited hingga tidak menyadari bahwa mereka sedang belajar. Hal ini terlihat sejak awal, murid mampu mencetuskan nama kelompok yang kontekstual antara lain Banyu Lestari, Tirta Wening, Banyu Suci dan Tirta Reksa.
Proyek BIOREKA NUSANTARA digagas oleh tim peneliti UNESA yang dipimpin oleh Prof. Dr. Wahono Widodo, M.Si. Tim ini jauh sebelumnya telah membidik pembelajaran STEAM-AI di SMP Negeri 5 Mojokerto dan menjalin kemitraan dalam implementasi pembelajaran inovatif.
Gagasan ini tentu saja mendapat dukungan penuh dari Kepala SMP Negeri 5 Mojokerto Atik Herawati, S.S., M.Pd. yang telah banyak berkontribusi dalam menciptakan pembelajaran yang adaptif dan kolaboratif. "Berangkat dari masalah pencemaran air di sekitar sekolah, murid dilatih berpikir kritis dan analitis untuk menemukan solusi penjernihan air dengan memanfaatkan tanaman lokal seperti apu-apu, kangkung, dan eceng gondok," tutur Atik Herawati.
Di bawah bimbingan Deborah Taruly Widyaharumi, M.Pd sebagai pengampu mapel IPA, kegiatan pembelajaran ini dimulai dari investigasi lapangan, wawancara etnosains bersama guru dan tokoh masyarakat, penyusunan desain proyek, pembuatan prototipe, hingga uji coba dan analisis data. Di akhir uji coba terlihat bahwa tanaman apu-apu (Pistia stratiotes) mampu mengungguli kemampuan tanaman lokal lainnya dalam hal penjernihan air hingga dihasilkan air yang lebih jernih, bebas bau dan pH normal.
Kegiatan pembelajaran tersebut semakin menguatkan visi misi SMP Negeri 5 Mojokerto sebagai sekolah Adiwiyata dan menebar semangat untuk terus melakukan berbagai inovasi, menghubungkan konten sains dengan kearifan lokal dan mencetuskan solusi permasalahan lingkungan melalui produk digital yang memperkuat literasi sains. (ram/ris)
Editor : Rizal Amrulloh