Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

SMA/SMK Swasta Terima Siswa Baru hingga Agustus

Indah Oceananda • Jumat, 26 Juni 2026 | 05:09 WIB

 

TURUN GUNUNG: Pihak SMA Islam Brawijaya mendatangi rumah calon siswa baru sekaligus sosialisasi agar lembaga tersebut memperoleh calon siswa baru, kemarin (25/6). (Indah JPRM)
TURUN GUNUNG: Pihak SMA Islam Brawijaya mendatangi rumah calon siswa baru sekaligus sosialisasi agar lembaga tersebut memperoleh calon siswa baru, kemarin (25/6). (Indah JPRM) 

Imbas Jumlah Pendaftar di Bawah Pagu 

MOJOKERTO RAYA - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 jenjang SMA/SMK menjadi tantangan berat bagi sejumlah sekolah swasta di Mojokerto Raya. Minimnya pendaftar membuat pihak sekolah harus membuka pendaftaran siswa baru sampai Agustus mendatang hingga turun gunung agar memperoleh siswa baru. 

Kepala SMK PGRI Mojosari Arief Setyo Wahjudi mengungkapkan, sekolahnya baru menerima 25 siswa alias satu rombel. Meski terus melakukan promosi dan sosialisasi, peningkatan jumlah siswa terjadi cukup lambat. ’’Agak berat kalau mau memenuhi tiga rombel tahun ini,’’ katanya, kemarin (25/6). 

Dia menjelaskan, dengan minimnya jumlah siswa, ia khawatir akan keberlanjutan pendidikan bagi siswa-siswinya. Termasuk keberlangsungan tenaga pendidik hingga operasional sekolah. ’’Kami sudah buka pendaftaran sejak sebelum SPMB, tapi dengan adanya berbagai jalur yang dibuka di sekolah negeri, kami juga harus bersaing mencari siswa,’’ ulasnya. 

Dengan minimnya siswa yang mendaftar di lembaganya, Arief menyatakan, ia membuka SPMB hingga 31 Agustus nanti. Artinya, saat tahun ajaran baru sudah berlangsung, sekolah tetap menerima siswa baru. ’’Mau tidak mau, harus tetap buka SPMB sampai tahun ajaran baru berlangsung. Karena kondisi sekolah kami baru jadi pilihan setelah siswa tidak tertampung di sekolah negeri,’’ bebernya. 

Sama halnya di SMA Islam Brawijaya Kota Mojokerto. Baik kepala sekolah hingga guru harus turun gunung menjangkau siswa baru yang tidak diterima di sekolah negeri. Kepala SMA Islam Brawijaya Kota Mojokerto Yogie Dana Insani mengungkapkan, pihaknya hingga kini masih membuka SPMB hingga 31 Juli nanti. Sebab, dari total 60 pagu, baru terisi 23 siswa yang mendaftar. ’’Kami buka sampai tahun ajaran berlangsung. Selain jemput bola ke rumah calon siswa baru, juga sosialisasi sekolah,’’ paparnya. 

Untuk memperoleh siswa baru, lanjut Yogie, ia enggan membuat calon siswa baru ribet dengan segala persyaratan administratif pendaftaran. Salah satunya membebaskan calon siswa mendaftar tanpa nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA). ’’Siswa bisa langsung daftar saja. Tidak perlu pakai nilai TKA,’’ ulasnya. 

Kelebihan pendaftar dari sekolah negeri di sekitar wilayahnya, dinilai jadi potensi penambahan siswa baru bagi sekolahnya. Namun demikian, dalam beberapa tahun terakhir jumlah pendaftar cenderung mengalami penurunan. ’’Sehingga dengan kondisi seperti ini, kami memilih membuka masa pendaftaran lebih panjang meskipun tahun jaran baru sudah berlangsung,’’ pungkas dia. (oce/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#siswa baru sma smk mojokerto #pendaftaran sekolah swasta #sekolah swasta mojokerto #penerimaan siswa baru