’’Dengan banyaknya masalah selama ini, jadi harus betul-betul ada evaluasi secara menyeluruh, termasuk pelaksanaan MBG di sekolah juga butuh evaluasi dari sisi makanan dan pelayanan,’’
Jaka Prima
Sekretaris Jenderal Komnas PA Jatim
Komnas PA Dorong Perbaikan Menu dan Pelayanan
MOJOKERTO RAYA - Liburnya penyaluran makan bergizi gratis (MBG) selama masa liburan sekolah membuat satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) tak berkegiatan. Di sisi lain, Komnas Perlindungan Anak (PA) Jatim mendorong agar jeda selama masa liburan ini menjadi momen evaluasi dan perbaikan tata kelola program nasional tersebut.
Penghentian sementara MBG selama periode libur sekolah mengacu Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Operasional SPPG yang dikeluarkan pada 17 Juni lalu. Pemerintah menetapkan libur semester genap tahun ini berlangsung sejak Senin (22/6) sampai 13 Juli. Praktis, tanpa adanya penyaluran MBG, aktivitas SPPG pun mandek. Tak terkecuali di Mojokerto Raya. ’’Tidak ada kegiatan,’’ kata Didik, perwakilan SPPG Wates, Kota Mojokerto, kemarin (23/6).
Komnas PA Jatim berpendapat dengan liburnya MBG, siswa tak perlu lagi mengambil paket makanan ke sekolah seperti pada masa liburan akhir semester tahun lalu. ’’Orang tua tidak perlu khawatir lagi karena harus ambil MBG ke sekolah,’’ ucap Sekretaris Jenderal Komnas PA Jatim Jaka Prima, kemarin (23/6).
Pengacara asal Kota Mojokerto itu menyatakan, setopnya MBG harus dimanfaatkan BGN untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan mengoptimaliskan tata kelola operasional, efisiensi program, serta standardisasi pelaksanaan MBG di seluruh SPPG.
Sejumlah kendala yang menonjol antara lain kasus keracunan serta kerapnya SPPG libur akibat dana transfer dari BGN telat. ’’Dengan banyaknya masalah selama ini, jadi harus betul-betul ada evaluasi secara menyeluruh, termasuk pelaksanaan MBG di sekolah juga butuh evaluasi dari sisi makanan dan pelayanan,’’ tandas Jaka. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah