Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

BEM FBS Unesa Gelar Bakti Abdi Mahasiswa di Desa Wiyu, Hadirkan Pendampingan Pendidikan dan Kesenian

Fendy Hermansyah • Rabu, 24 Juni 2026 | 04:11 WIB
PENGABDIAN: Kepala Desa Wiyu, Nur Kholis bersama anggota BEM FBS, Unesa dalam acara pembukaan Bakti Abdi Mahasiswa, Selasa (23/6). (dok BEM FBS Unesa for JPRM)
PENGABDIAN: Kepala Desa Wiyu, Nur Kholis bersama anggota BEM FBS, Unesa dalam acara pembukaan Bakti Abdi Mahasiswa, Selasa (23/6). (dok BEM FBS Unesa for JPRM) 

BADAN Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar kegiatan Bakti Abdi Mahasiswa (BAM) di Desa Wiyu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur, pada 23-29 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui berbagai program yang berdampak langsung bagi warga setempat.

Selama sepekan pelaksanaan, mahasiswa menghadirkan sejumlah program pendampingan yang menyasar berbagai kelompok masyarakat. Program tersebut meliputi pendampingan belajar bagi anak-anak usia sekolah dan kolaborasi pelestarian kesenian karawitan yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Desa Wiyu.

Kepala Desa Wiyu, Nur Kholis, mengapresiasi kehadiran mahasiswa yang dinilai mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. ’’Kami menyambut baik kegiatan ini karena memberikan manfaat langsung kepada warga, terutama dalam bidang pendidikandan kolaborasi pelestarian kesenian daerah. Semoga program seperti ini dapat terus berjalan dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan,’’ ujarnya.

Pembina BEM FBS,Unesa, Dr. Moh. Arif Susanto, M.Hum, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan implementasi dari semangat organisasi kemahasiswaan untuk menghadirkan program yang berdampak nyata bagi masyarakat. ’’BAM ini merupakan bentuk aksi nyata berdampak dari organisasi kemahasiswaan kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pembelajarandan kesenian. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kuliah, tetapi juga menerapkan secara langsung keilmuan yang mereka peroleh untuk berkolaborasi dan membantu menyelesaikan berbagai kebutuhan masyarakat,’’ ungkapnya.

Menurutnya, pengalaman terjun langsung ke masyarakat menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi akademik sekaligus meningkatkan kepedulian sosial. Dengan demikian, mahasiswa dapat memahami kebutuhan riil masyarakat dan memberikan kontribusi sesuai bidang keilmuan yang dimiliki.

Melalui kegiatan BAM, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara perguruan tinggi dan masyarakat. Kegiatan yang berlangsung hingga 29 Juni 2026 tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Unesa dalam menghadirkan pengabdian yang relevan, solutif, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. (*/fen)

 

          

Editor : Fendy Hermansyah
#BEM FBS Unesa #Bakti Adi Mahasiswa #desa wiyu #kecamatan pacet