Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sekolah di Kabupaten Mojokerto Gerilya Cari Siswa Baru

Indah Oceananda • Selasa, 23 Juni 2026 | 05:55 WIB
JEMPUT BOLA: Pihak SMPN Satap Jatirejo mendatangi lembaga hingga rumah warga untuk gerilya mencari anak yang belum diterima ke SMP, kemarin (22/6). (Indah JPRM)
JEMPUT BOLA: Pihak SMPN Satap Jatirejo mendatangi lembaga hingga rumah warga untuk gerilya mencari anak yang belum diterima ke SMP, kemarin (22/6). (Indah JPRM) 

’’Ini kami mulai gerilya ke siswa yang tidak diterima di SMPN lain sekitar,’’

Tiono

Kepala SMPN Satap Jatirejo

11 Kursi SMPN Satap Jatirejo Masih Lowong

KABUPATEN - Meski telah membuka SPMB tingkat SMP negeri gelombang 2, namun keterisian pagu belum terjamin sepenuhnya. Sebab, dari total 9 sekolah di Kabupaten Mojokerto masih ada beberapa lembaga yang harus memenuhi kekosongan kursi.

Seperti di SMPN Satu Atap (Satap) Jatirejo. Dari total kekurangan 11 kursi, belum ada yang terisi sama sekali. Alhasil, sekolah harus kembali jemput bola mencari siswa baru. ’’Ini kami mulai gerilya ke siswa yang tidak diterima di SMPN lain sekitar,’’ kata Tiono, Kepala SMPN Satap Jatirejo.

Kekurangan siswa yang dialami lembaga yang berada di Desa Manting, Kecamatan Jatirejo ini diakuinya terjadi setiap tahun. Sehingga, biasanya meski sudah dibuka gelombang kedua, daya tampung masih belum dapat terpenuhi. ’’Tiap tahun kami harus jemput bola seperti ini, jangan sampai ada ATS (anak tidak sekolah),’’ terangnya.

Di sisi lain, kekurangan siswa yang dialami SMPN Satap Jatirejo juga disebabkan faktor wilayah. Selama ini, sekolahnya bisa dibilang sebagai penyangga. ’’Karena wilayah kami lulusannya biasa dari SDN Manting, SDN Jembul, SDN Rejosari, MI Muawanah Bleberan, dan itu sudah daftar semuanya ke sini. Selebihnya ke SMPN 2 Jatirejo. Justru SMPN 2 Jatirejo itu terpenuhinya siswa dari Kecamatan Sooko, Puri dan sekitarnya,’’ imbuh dia.

Sedangkan, di SMPN 3 Kutorejo yang memiliki kekurangan paling banyak, berhasil memenuhi pagu. Kemarin (22/6), siswa yang berhasil mendaftar di gelombang kedua menjalani proses daftar ulang. ’’Alhamdulillah, masih proses. Total ada 49, sesuai jumlah kekosongan pagu,’’ ulas Kepala SMPN 3 Kutorejo Khusnul Mudawamah.

Demikian pula di SMPN 2 Trawas. Dari jumlah total keseluruhan 128 kursi, 12 di antaranya baru dapat terpenuhi setelah digelar gelombang dua. ’’Alhamdulillah, hari ini (kemarin, Red) kekurangan pagu 12 sudah terpenuhi semua,’’ papar Sri Winarni.

Sebelumnya, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) gelombang kedua jenjang SMP negeri di Kabupaten Mojokerto dibuka Jumat (19/6) lalu. Tahap lanjutan ini digelar untuk mengisi kursi yang masih kosong di sejumlah sekolah setelah pendaftaran gelombang pertama berakhir.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Amsar Azhari Siregar mengatakan, masih adanya sekolah yang kekurangan pendaftar membuat dispendik memberikan kesempatan kedua bagi calon siswa yang belum diterima di sekolah mana pun.

Beberapa SMP negeri yang masih membuka pendaftaran antara lain SMPN 3 Kutorejo, SMPN 3 Gondang, SMPN 2 Pacet, SMP Satap Kunjorowesi, SMPN 2 Trawas, SMPN 2 Mojoanyar, SMP Satap Jatirejo, SMPN 1 Gondang, serta SMPN 2 Jatirejo. ’’Khusus gelombang kedua ini, hanya dibuka untuk sembilan sekolah tersebut yang belum memenuhi pagu sesuai ketentuan,’’ bebernya.

Pada gelombang kedua ini, aturan diperluas dengan membuka peluang bagi calon peserta didik dari luar wilayah domisili sekolah. Kebijakan tersebut dilakukan karena kuota jalur domisili di sebagian besar sekolah telah terpenuhi pada tahap pertama. (oce/fen)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#spmb kabupaten mojokerto #gerilya cari siswa #spmb smp negeri