’’Dari simulasi ini pula, siswa juga jadi tahu kalau untuk jalur domisili, mereka tidak bisa memilih jenjang SMAN dan SMKN secara bersamaan, karena pendaftaran kedua jalur dibuka pada waktu yang sama.”
Imron Rosadi
Kasi PMA dan PKLK Cabdindik Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto
SEMENTARA itu, simulasi pendaftaran SPMB SMAN/SMKN tahun ajaran 2026/2027 telah berlangsung pada 8-9 Juni kemarin. Melalui simulasi ini, setiap calon murid baru memiliki kesempatan untuk berlatih sekaligus memahami mekanisme pendaftaran. Dengan harapan tidak menemui kendala saat proses pendaftaran resmi dimulai.
Kasi Pendidikan Menengah Atas (PMA) dan PKLK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto Imron Rosadi menuturkan, simulasi ini disarankan wajib diikuti calon siswa baru yang telah mendapat PIN (personal identification number).
Sebab, simulasi tersebut memberikan gambaran nyata mengenai sistem seleksi dan proses pendaftaran yang akan dihadapi oleh calon murid baru. ’’Kami imbau memang agar calon siswa baru mengikuti simulasi pendaftaran. Sehingga semua tahapan pendaftaran yang dilalui nanti bisa berjalan dengan baik,’’ ungkapnya, kemarin (9/6).
Dia menjelaskan, simulasi dapat diakses melalui laman spmbjatim.net dengan menggunakan nomor induk siswa nasional (NISN), PIN, tanggal lahir, serta tanggal terbit kartu keluarga (KK) atau surat keterangan domisili (SKD). Karena itu, hanya calon murid baru yang telah memperoleh PIN yang dapat mengikuti simulasi tersebut. ’’Hari ini (kemarin, Red) terakhir simulasi. Karena nanti tanggal 11 (Juni) sudah mulai pengambilan PIN untuk jalur domisili,’’ ulasnya.
Imron menambahkan, dalam tahapan simulasi kemarin, hanya berlaku untuk jalur domisili dan jalur nilai prestasi akademik SMAN maupun SMKN. Melalui simulasi ini, calon murid baru dapat mengetahui peluang memilih sekolah sesuai rayon domisili sekaligus memahami sistem pemeringkatan yang digunakan dalam proses seleksi.
’’Dari simulasi ini pula, siswa juga jadi tahu kalau untuk jalur domisili, mereka tidak bisa memilih jenjang SMAN dan SMKN secara bersamaan, karena pendaftaran kedua jalur dibuka pada waktu yang sama,’’ imbuhnya.
Untuk pilihan sekolah, calon murid baru maksimal dapat memilih tiga SMAN dalam rayon atau tiga konsentrasi keahlian pada SMKN yang sama maupun berbeda. Selain itu, simulasi tidak dapat diikuti calon murid baru dengan kondisi khusus yang menggunakan surat keterangan pindah domisili (SKPD) mutasi, karena jalur tersebut baru tersedia pada SPMB tahap kedua. ’’Sementara calon murid pengguna SKD akibat bencana alam atau pondok pesantren bisa mengikuti simulasi,’’ terangnya.
Pengambilan PIN mandiri SPMB SMAN/SMKN Jatim telah berlangsung pada 28 Mei hingga 9 Juni lalu. Pendaftaran tahap pertama jalur domisili SMAN dengan kuota 35 persen dan domisili SMKN dengan kuota 10 persen dibuka pada 11-12 Juni 2026. Tahap kedua untuk jalur mutasi SMAN/SMKN, afirmasi SMAN (30 persen), afirmasi SMKN (15 persen), mutasi orang tua (5 persen), dan prestasi hasil lomba (5 persen) dibuka pada 17-18 Juni 2026.
Sementara jalur nilai prestasi akademik SMAN dengan kuota 25 persen berlangsung pada 24-25 Juni dan jalur nilai prestasi akademik SMKN dengan kuota 65 persen dibuka pada 30 Juni sampai 1 Juli 2026. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah