’’Menunjukkan kurang siap atau lemahnya SOP yang ada.’’
Rambo Garudo
Sekretaris Komisi III DPRD Kota Mojokerto
Berharap BGN Segera Realisasi Macetnya Dana SPPG
KOTA - Penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) yang libur sejak kemarin (8/6) akibat macetnya pencairan dana disesalkan kalangan DPRD Kota Mojokerto. Kalangan legislatif menilai masalah teknis yang berulang ini menunjukkan kurangnya kesiapan dan lemahnya standar operasional prosedur (SOP) dalam pelaksaan program tersebut.
Sekretaris Komisi III DPRD Kota Mojokerto Rambo Garudo menyatakan, sebagai minta pemerintah, pihaknya menyanyangkan penyaluran MBG harus disetop sementara. Terlebih, kondisi ini terjadi akibat keterlambatan pencairan dana dari Badan Gizi Nasional (BGN) sebagaimana disampaikan sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kepada penerima manfaat. ’’Menunjukkan kurang siap atau lemahnya SOP yang ada,’’ kata politikus PDIP itu, kemarin (8/6).
Menurutnya, pelaksanaan program MBG wajib mendapat pengawasan ketat supaya tepat sasaran, efisien, dan benar-benar memberikan manfaat bagi penerima. Karena itu, ia mendorong agar masalah teknis pencairan dana segera diselesaikan. ’’Saya berharap jika memang MBG ini tepat sasaran maka sudah pasti ditunggu oleh siswa. Karena itu segera bereskan terkait teknis supaya adik-adik bisa dapat menikmati lagi layanan ini,’’ tuturnya.
Sebelumnya, sejumlah dapur SPPG di Kota Mojokerto menyatakan libur sejak kemarin (8/6) lantaran dana bantuan pemerintah (banper) dari BGN belum turun. Dapur yang menyatakan setop memasak antara lain SPPG Kedundung 2 dan SPPG Magersari.
Dalam surat yang disampaikan ke sekolah penerima manfaat, penyaluran MBG akan berhenti beroperasi sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan akibat keterlambatan pencairan dana. Distribusi MBG akan kembali normal apabila dana tersebut sudah turun. Kendala pencairan dana yang memicu mandeknya MBG tak sekali ini saja terjadi. Saat ini, kondisi tersebut juga terjadi di berbagai daerah. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah