Lahirkan Desainer Profesional hingga Fashion Entrepreneur
Jurusan Desain dan Produksi Busana (DPB) SMKN 1 Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, menjadi wadah pengembangan bakat dan minat siswa di dunia fashion. Melalui program pembelajaran yang berkualitas, peserta didik diarahkan menjadi desainer profesional hingga fashion entrepreneur.
BERBAGAI pagelaran red carpet dan fashion show telah diikuti siswa dari lembaga pendidikan di Jalan Raya Desa Sumengko, Kecamatan Jatirejo, itu. Terbaru, mereka tampil di Pendapa Graha Majatama Pemkab Mojokerto, Kamis (4/6).
Dalam ajang Gebyar PAUD Ceria 2026 untuk memperingati Hari Jadi ke-733 Kabupaten Mojokerto dan menyambut Hari Anak Nasional 2026 itu, 12 busana terbaik karya peserta didik ditampilkan kepada ratusan undangan. ’’Yang kami tampilkan busana pesta ready to wear hasil dari uji kompetensi keahlian kelas 12 dan juga hasil dari praktik pembuatan busana pesta,’’ kata Kepala Kompetensi Keahlian DPB SMKN 1 Jatirejo Yuda Mariana, kemarin (6/6).
Menurutnya, gaun beragam model nan anggun itu murni karya mandiri siswa. Mulai dari pengaplikasian proses desain yang kreatif, pattern maker, sewing, sampai terciptanya busana siap pakai. ’’Siswa benar-benar membuatnya dari awal dan tahap demi tahap,’’ imbuh perempuan tersebut.
Yuda mengatakan, setiap siswa diberi keleluasaan penuh dalam membuat desain busana. Mereka bebas mengembangkan model dan karakter pakaian yang dibuat sesuai dengan kreativitas dan inovasi masing-masing siswa. Dari busana modern, tradisional, formal, kasual, hingga kombinasi di antaranya.
’’Dalam pembuatan desain, untuk siswa kelas 10 dalam mengaplikasikan proses desain kreatif menggunakan format 2D karena adaptasi dari SMP. Untuk tingkat selanjutnya, siswa kelas XI dan XII sudah menggunakan aplikasi Ibis Paint,’’ tuturnya.
Berbekal pembelajaran yang diberikan jurusan, setiap lulusan diharapkan dapat memiliki bekal untuk melanjutkan pendidikan tata busana ke jenjang yang lebih tinggi. Selain itu, mereka juga bisa merintis karir profesional sebagai fashion designer, fashion stylist, fashion ilustrator, pattern maker, quality control garment, produksi garmen, hingga entrepreneur di bidang fashion dan clothing. ’’Ketika siswa memiliki jiwa kewirausahaan, secara otomatis siswa tersebut dapat menciptakan lapangan pekerjaan di bidang fashion,’’ tandasnya. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah