’’Masa sanggah jalur domisili kita sediakan waktu tiga hari, yaitu 6-8 Juni. Apabila ada laporan, calon siswa baru bisa mengajukan sanggahan ke SMP negeri tempat mereka mendaftar.’’
Amsar Azhari Siregar
Kepala Dispendik Kabupaten Mojokerto
KABUPATEN - Hari ini, lulusan SD/MI sederajat mulai bersaing dalam memperebutkan ribuan kursi di jenjang SMP negeri. Hal itu ditandai dengan dibukanya pelaksanaan SPMB SMP negeri tahun ajaran 2026/2027 tahap pertama.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Amsar Azhari Siregar mengatakan, jalur pertama yang akan diikuti calon siswa baru tersebut adalah jalur afirmasi dan domisili. Di mana, pada tahapan pertama ini hanya dibuka selama dua hari. ’’Pelaksanaan tahap pertama SPMB hanya berlangsung sampai 5 Juni,’’ katanya, kemarin (3/6).
Dia menerangkan, jalur domisili diperuntukkan bagi calon murid baru yang berdomisili di dalam wilayah penerimaan murid baru sesuai ketentuan dari pemerintah daerah (pemda). Sedangkan jalur afirmasi dibuka bagi calon siswa baru yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu, penyandang disabilitas, serta korban tindak kekerasan. ’’Dalam SPMB tahun ajaran baru ini, jalur domisili cuma dijatah 40 persen dari daya tampung, yang semula 45 persen. Sedangkan jalur afirmasi, dipatok kuota 20 persen,’’ terang dia.
Amsar memastikan, pelaksanaan SPMB tahap pertama yang berlangsung secara online tersebut akan berjalan lancar. Sebab, Senin (1/4) lalu setiap lembaga pendidikan telah menjalani simulasi pendaftaran online berdasarkan jalur pilihan. ’’Saat proses verval (verifikasi dan validasi), siswa sudah menerima PIN dan akan digunakan saat mendaftar di jalur tahapan pertama, kedua, dan ketiga,’’ imbuhnya.
Di samping itu, di tahapan pertama ini dispendik juga menyediakan masa sanggah. Demikian ini ditujukan untuk menampung delik aduan dari masyarakat apabila terjadi kendala dalam proses pendaftaran, utamanya di jalur domisili. ’’Masa sanggah jalur domisili kita sediakan waktu tiga hari, yaitu 6-8 Juni. Apabila ada laporan, calon siswa baru bisa mengajukan sanggahan ke SMP negeri tempat mereka mendaftar,’’ papar Amsar.
Tahun ini, pagu SMP negeri diprediksi menampung 8.736 siswa dengan maksimal 10 rombongan belajar (rombel). Masing-masing rombel terdiri dari 32 siswa. Setelah tahapan pertama, jika calon siswa dinyatakan tidak lolos, mereka bisa kembali menggunakan kesempatan mendaftar melalui dua tahapan yang tersisa.
’’Untuk tahapan kedua SPMB akan dilanjutkan dengan tiga jalur. Yakni jalur prestasi akademik dan nonakademik, prestasi nilai, serta jalur mutasi, yang berlangsung pada 11 Juni,” bebernya.
Berikutnya, tahap ketiga adalah jalur prestasi nilai, digelar sebagai kesempatan terakhir calon siswa mendaftar ke sekolah negeri. Jalur ini ditentukan dengan besaran sisa kuota dari jalur sebelumnya yang tidak terpenuhi. ”Untuk waktu tahapan ketiga akan berlangsung 15 Juni,” tandas Amsar. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah