’’Kepala sekolah diharapkan membangun budaya belajar yang baik dan mendorong peningkatan prestasi akademik peserta didik.’’
Bupati Mojokerto
Muhammad Albarraa
Gus Bupati Minta Ada Peningkatan Prestasi Akademik
KABUPATEN – Wajah dan transformasi baru penugasan kepala sekolah di lingkungan Pemkab Mojokerto menjadi komitmen serius Bupati Muhammad Albarraa dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kegiatan yang digelar di Pendapa Graha Majatama pada Rabu (20/5), itu menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah (pemda) dalam melakukan penyegaran organisasi sekaligus memperkuat tata kelola pendidikan yang profesional dan berintegritas.
Sosok yang akrab disapa Gus Bupati itu menyatakan, promosi, mutasi, dan perpanjangan penugasan kepala sekolah ini merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan kapasitas ASN. Yakni, bertujuan untuk penyegaran program organisasi agar berjalan dengan baik, khususnya di bidang pendidikan. ’’Dengan harapan kepala sekolah dapat menerima amanah ini dengan rasa syukur dan tanggung jawab untuk memberikan perhatian terbaik kepada bangsa dan negara, terutama generasi muda Kabupaten Mojokerto,’’ paparnya.
Kepada para kepala sekolah yang baru dilantik, ia menegaskan, agar tak sekadar berperan sebagai pengelola administrasi sekolah. Namun, juga menjadi pemimpin pembelajaran, penggerak perubahan, dan penjamin mutu pendidikan. ’’Saya minta para kepala sekolah harus menjadi penjamin mutu pendidikan dan mengoordinasi guru untuk mencetak generasi berkarakter,’’ ulasnya.
Menurut Gus Bupati, pendidikan bukan hanya tentang ilmu, tetapi juga menciptakan anak-anak yang berkarakter dan percaya diri. Dengan demikian, pembentukan karakter harus dimulai sejak dini di tempat yang kondusif, seperti lingkungan pendidikan. ’’Karakter adalah kunci kesuksesan untuk menghadapi kehidupan yang akan datang bagi anak-anak,’’ beber dia.
Di samping itu, penerapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) juga menjadi bagian dari upaya pemetaan gugus pendidikan dan bukan menjadi penentu kelulusan siswa. ’’Kepala sekolah diharapkan membangun budaya belajar yang baik dan mendorong peningkatan prestasi akademik peserta didik,’’ tandasnya.
Sebelumnya, secara keseluruhan, bupati menerbitkan 147 surat keputusan (SK) tentang pemindahan, perpanjangan, dan penugasan kepada guru aparatur sipil negara (ASN) sebagai kepala sekolah. Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Amsar Azhari Siregar menambahkan, sedikitnya 37 guru dipromosikan menjadi kepala sekolah. Meliputi, 1 kepala TK, 31 kepala SD, dan 5 kepala SMP negeri. ’’Selain promosi, hari ini (Rabu, Red) juga ada mutasi maupun mutasi perpanjangan kepala sekolah, baik di jenjang SD maupun SMP,’’ paparnya.
Amsar menuturkan, berrdasarkan peraturan terbaru, Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025, periodesasi masa jabatan kepala sekolah harus diterapkan dan dibatasi secara ketat. Yakni, maksimal 2 dua periode atau selama 8 delapan tahun. Dari yang sebelumnya dalam aturan lama menggunakan Permendikbudristek 40/2021 yang mengizinkan 4 periode atau selama 16 tahun.
Dampak dari kebijakan tersebut, 81 kepala sekolah mengalami perpanjangan jabatan. Di antaranya 7 kepala TK, 64 kepala SD, serta 10 kepala SMP negeri. Sedangkan untuk mutasi, sebanyak 15 kepala SD dan 4 kepala SMP negeri mengalami perpindahan tugas. ’’Untuk di jenjang SD dan SMP, 13 orang di antaranya mengalami mutasi sekaligus perpanjangan jabatan. Yakni, 11 kepala SD dan 2 kepala SMP negeri,’’ bebernya.
Tiga kepala SMP negeri turut mengalami pemberhentian tugas dan dikembalikan sebagai guru. Menyusul, masa jabatannya sebagai kepala sekolah telah melebihi batas ketentuan. Masing-masing Alim Huda, sebelumnya kepala SMPN 1 Dawarblandong; Satsuana Jatiningtyas, sebelumnya kepala SMPN 2 Ngoro; dan Sumardi, sebelumnya menduduki kursi kepala SMPN 1 Gedeg. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah