”Dari tangan guru yang mendidik dengan hati, karakter anak-anak Mojokerto mulai dibentuk.”
Hariani, S.Pd
Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Mojokerto
SEMENTARA itu, Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Mojokerto Hariani, S.Pd, menegaskan, bahwa kesejahteraan guru TK menjadi kunci utama dalam mewujudkan pendidikan anak usia dini yang berkualitas sekaligus sebagai fondasi program Wajib Belajar 13 Tahun.
Di hadapan ratusan guru TK se-Kabupaten Mojokerto, Hariani mengenang kiprah panjang IGTKI sebagai mitra pemerintah dalam mendidik anak usia dini. Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh guru TK yang selama ini telah mendidik dengan sabar, ikhlas, dan inovatif dalam membentuk generasi emas. ”Dari tangan guru yang mendidik dengan hati, karakter anak-anak Mojokerto mulai dibentuk,” ujar Hariani.
Mengusung tema Guru TK Sejahtera, Pendidikan Taman Kanak-Kanak Berkualitas Sebagai Fondasi Wajib Belajar 13 Tahun, Hariani menekankan, bahwa guru yang sejahtera akan lebih berdedikasi tinggi, kreatif, dan bersemangat dalam menghadirkan pembelajaran menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak. ”Guru TK tidak hanya mengajar, tapi mendidik dengan hati. Karenanya, kesejahteraan guru adalah kunci mutu PAUD,” tegasnya.
Dia menambahkan, TK bukan sekadar lembaga pendidikan ”persiapan masuk SD”. Melainkan fondasi dasar pembentukan karakter, kecerdasan, dan kesiapan anak untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Sehingga, IGTKI sebagai rumah bersama bagi guru TK sedianya untuk selalu saling mendukung, berbagi ilmu, dan menjalin silaturahmi yang harmonis.
Dengan demikian, pihaknya memastikan IGTKI akan terus memperjuangkan hak para guru TK agar setara dengan guru jenjang pendidikan lainnya. ”Di usia ke-76 ini, mari jadikan IGTKI bukan hanya organisasi, tapi keluarga besar yang saling menguatkan. Karena dari tangan guru TK yang sejahtera, lahirlah fondasi bangsa yang berkualitas,” pungkas Hariani. (bas/ris)
Editor : Fendy Hermansyah