KABUPATEN - Berakhir sudah pelaksanaan sistem penerimaan murid baru (SPMB) di 13 SD negeri yang menerapkan sistem online. Dari pelaksanaan gelombang kedua yang telah dibuka sejak Sabtu (16/5), dipastikan belasan SD negeri ini mayoritas telah memenuhi kuota pagu siswa barunya.
Kepala SDN Mojosari Margotiono menuturkan, pihaknya tak membuka opsi gelombang kedua. Sebab, pagu sekolahnya sudah terpenuhi lebih dahulu pada tahapan pertama. ’’Karena (siswa, Red) kita sudah penuh di gelombang satu kemarin, jadi gelombang kedua kita tidak buka,’’ terangnya, kemarin (19/5).
Dari ketiga jalur yang dibuka dalam tahap pertama, Margo menyebut, jalur zonasi mendominasi. Sedangkan jalur afirmasi, merupakan jalur paling minim pendaftar. ’’Kita terbanyak dari jalur domisili, yaitu 104 siswa dengan total pagu 112. Sisanya dari jalur mutasi dan afirmasi,’’ beber dia.
Ketua Forum Kelompok Kerja Kepala Sekolah (FK3S) Kabupaten Mojokerto Misbakhul Khoiri menambahkan, pelaksanaan SPMB di 13 SDN dengan sistem online digelar lebih awal. Sebab, belasan lembaga ini terbilang diminati banyak calon siswa. ’’Jadi, kalau di gelombang pertama pagu sudah terpenuhi, gelombang kedua tidak boleh dibuka,’’ ungkapnya.
Sementara itu, untuk lembaga lainnya yang menerapkan sistem pendaftaran siswa baru secara offline, saat ini dalam tahapan seleksi berkas pendaftar. Adapun dari hasil seleksi tersebut, nantinya akan disahkan oleh pengawas. ’’Kemudian, jika sudah disahkan oleh pengawas sekolah, baru akan diumumkan 21 Mei nanti apakah siswa yang bersangkutan diterima atau tidak,’’ jelasnya.
Dia mengimbau, agar calon siswa baru segera melaksanakan daftar ulang setelah hasil diumumkan. Sebab, jika siswa tidak daftar ulang, otomatis dianggap gugur. ’’Sama dengan SDN yang menerapkan online, jika sekolah tersebut belum memenuhi pagu, bisa membuka gelombang kedua untuk mengisi kebutuhan murid dari jalur yang belum terpenuhi,’’ papar Khoiri.
Sebelumnya, Kepala Dispendik Kabupaten Mojokerto Amsar Azhari Siregar mengatakan, SDN yang menerapkan pendaftaran offline sedianya akan membuka tahapan kedua pada 28-29 Mei nanti. Dia menambahkan, total ada tiga jalur SPMB jenjang SD di tahun ini. Masing-masing, jalur afirmasi, mutasi, dan domisili. Dengan setiap jalurnya dibagi menjadi dua kategori. ’’Dua kategori pendaftar adalah calon siswa dengan kartu keluarga (KK) dalam Kabupaten Mojokerto dan luar kota,’’ ulasnya.
Adapun tahap yang dibuka untuk SD negeri terdiri dari tiga jalur tersebut di antaranya, jalur domisili dengan kuota 75 persen, jalur afirmasi 25 persen dari total daya tampung masing-masing sekolah, serta jalur mutasi 5 persen.
’’Pagu penerimaan siswa baru sesuai dengan yang sudah ditetapkan dinas pendidikan. Karena jumlah rombel satu lembaga dengan lembaga lainnya tidak seluruhnya sama,’’ tandas Amsar. Sekadar diketahui, sebanyak 385 SD negeri di kabupaten yang tersebar di 18 kecamatan tahun ini siap menampung 13.479 murid baru. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah