Ada cara baru untuk menyalakan semangat literasi digital pada generasi muda masa kini. Upaya tersebut dikenalkan melalui program Museum Penerangan (Muspen) Goes to School (MGTS). Nah, SMAN 2 Mojokerto menjadi satu-satunya sekolah di Jawa Timur yang mendapatkan kesempatan tersebut, kemarin (19/5).
PROGRAM yang diselenggarakan setiap tahun ini merupakan inovasi andalan dari Museum Penerangan di bawah naungan Kementerian Komunikasi dan Digital. Dalam kesempatan yang istimewa itu, tahun ini SMAN 2 Mojokerto ditunjuk menjadi tuan rumah.
’’Kami sangat mengapresiasi dan bangga atas terselenggaranya kegiatan ini. Di mana, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ilmu kepada anak-anak Mojokerto melalui pameran dan workshop penulisan literasi, serta mendorong siswa untuk menyuarakan gagasan mereka,’’ kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto Pinky Hidayati.
Mengusung tema Tulisanmu, Suaramu, Setiap Gagasan Layak untuk Disuarakan, MGTS bertujuan menjembatani pengetahuan sejarah komunikasi dan teknologi dengan implementasi kreatif di masa kini. Hal itu sejalan dengan peran Museum Penerangan sebagai penjaga warisan budaya di bidang informasi dan komunikasi serta pendorong inovasi digital.
’’Sebagai tindak lanjut, anak-anak dari tim OSIS maupun tim media sekolah yang telah mengikuti kegiatan ini harus mengimbas di sekolah masing-masing. Tentunya, ini juga untuk mendorong mereka membuat tulisan-tulisan, menyuarakan gagasan-gagasannya sesuai dengan tema kegiatan pada hari ini,’’ imbuh dia.
Tak hanya diikuti siswa SMAN 2 Mojokerto. Perwakilan dari SMA/SMK negeri maupun swasta se-Mojokerto Raya juga dihadirkan untuk menikmati acara tersebut. Beragam rangkaian acara MGTS dikemas secara interaktif untuk memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi ratusan siswa.
Di antaranya, Muspen Talk, Pameran Mini Muspen, aktivasi dan games, serta photo booth unik. ’’Berkat adanya pameran mini itu pula, yang ingin kami tekankan agar anak-anak bisa lebih menghargai apa yang mereka miliki saat ini. Dan harapan kami, anak-anak tidak hanya menjadi penonton saja, tapi mereka memanfaatkan gadget untuk kekuatan mereka menyuarakan suara dan gagasan,’’ bebernya.
Ajang Edukasi dan Hadirkan Inspirasi
Sementara itu, Ketua Tim Pelayanan Publik Museum Penerangan Vetri Ridha Bhineka menambahkan, tujuan digelarnya acara ini sebagai ajang edukasi, memperkenalkan Museum Penerangan ke generasi muda.
’’Ini sekaligus sebagai informasi, bahwa museum bukan hanya tempat menyimpan koleksi bersejarah, tapi juga bisa menjadi ruang pembelajaran yang sangat bermanfaat dan bisa memberikan informasi, ide, dan inspirasi,’’ paparnya.
Di sisi lain, Vetri menuturkan, tema tahun ini sengaja mengambil tajuk Tulisanmu, Suaramu. Sebab, menurutnya, setiap tulisan mewakili suara publik dan harus disampaikan dalam koridor yang bisa dipertanggungjawabkan serta bermanfaat di kalangan pelajar.
Sehingga generasi muda masa kini lebih bijak dalam bermain media sosial, memberikan hal-hal positif, dan bisa dipertanggungjawabkan. Tidak sekadar menulis kata-kata netizen yang hujatan atau kebencian. ”Dari kegiatan ini, kami mencoba memberikan dari sisi positifnya agar bijak dan bertanggung jawab dalam menulis, entah untuk diri sendiri melalui jurnal atau di media sosial mereka,’’ tandasnya. (oce/ris)
RANGKAIAN KEGIATAN MGTS 2026
Muspen Talk
Sesi workshop yang menghadirkan Eliana Rosyadah, storyteller sekaligus digital writer.
Pameran Muspen
Pameran edukatif yang menyuguhkan sejarah perkembangan media dan teknologi komunikasi di Indonesia dengan kehadiran koleksi telegraf, kamera, dan mesin ketik.
Games and Challenge
Sesi interaktif yang menstimulasi kemampuan kolaborasi, pemecahan masalah atau problem solving, serta semangat berinovasi di kalangan pelajar.
Wall of Voice
Wadah para siswa menuliskan gagasan yang ada di benak mereka dengan afirmasi positif.
Phooto Booth
Editor : Fendy Hermansyah