JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SMA/SMK menjadi salah satu penentu penting masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Ujian ini mengukur literasi, numerasi, bahasa, hingga karakter siswa, dan dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober hingga awal November 2026.
Materi yang Diuji dalam TKA 2026 SMA/SMK
-
Bahasa Indonesia: Literasi membaca, pemahaman teks, dan penalaran.
-
Bahasa Inggris: Pemahaman teks berbahasa asing, grammar, dan vocabulary.
-
Matematika: Numerasi, logika, dan pemecahan masalah.
-
Survei Karakter: Mengukur sikap, nilai, dan integritas siswa.
-
Survei Lingkungan Belajar: Menilai kondisi belajar siswa di sekolah.
Jadwal pelaksanaan TKA SMA/SMK 2026
-
Pendaftaran & Simulasi: Awal tahun 2026 (terintegrasi dengan SPMB 2026/2027).
-
Gladi Bersih: 9-17 Maret 2026.
-
Pelaksanaan Utama: April 2026 (bersamaan dengan rangkaian asesmen dasar, dengan fokus SMA/MA/SMK biasanya mengikuti alur ini atau segera setelahnya).
-
TKA Susulan: 11-17 Mei 2026.
Catatan penting
-
TKA di 2026 ditetapkan sebagai instrumen wajib untuk Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
-
Panitia SNPMB menegaskan TKA khusus untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.
-
Jadwal rinci TKA Susulan (Gelombang 1: 11-12 Mei 2026, Gelombang 2: 18-19 Mei 2026) telah ditetapkan.
Selain menjadi syarat administratif, TKA juga berfungsi sebagai alat ukur standar nasional yang memastikan kesiapan siswa SMA/SMK untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Dengan cakupan materi yang luas, TKA tidak hanya menilai kemampuan akademik semata, tetapi juga aspek karakter dan lingkungan belajar. Hal ini membuat TKA berbeda dari ujian sekolah biasa, karena lebih menekankan pada keterampilan berpikir kritis, analitis, serta integritas pribadi.
Bagi siswa kelas 12, TKA menjadi momentum penting untuk menunjukkan kualitas diri. Nilai yang diperoleh akan digunakan oleh PTN sebagai salah satu indikator seleksi, baik melalui jalur SNBP maupun mandiri. Bahkan, beberapa Perguruan Tinggi Swasta juga mulai menjadikan hasil TKA sebagai pertimbangan penerimaan mahasiswa baru. Dengan demikian, keberhasilan dalam TKA dapat membuka lebih banyak peluang bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan sesuai cita-cita mereka.
Selain itu, jadwal pelaksanaan yang terbagi dalam beberapa gelombang memberi kesempatan lebih luas bagi siswa di seluruh Indonesia untuk mengikuti ujian sesuai zona waktu masing-masing. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan akses yang merata. Namun, siswa tetap dituntut untuk mempersiapkan diri sejak jauh hari, karena materi yang diujikan mencakup literasi membaca, numerasi, bahasa Inggris, serta survei karakter.
Dengan persiapan matang, TKA bukan hanya menjadi ujian, tetapi juga kesempatan untuk membuktikan kemampuan dan kesiapan menghadapi dunia akademik yang lebih tinggi.
FERDI
Editor : Imron Arlado