Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sekolah Mulai Tegas Soal Gadget, Pelajar Kembali Biasakan Interaksi Langsung

Imron Arlado • Rabu, 13 Mei 2026 | 18:34 WIB
Sekolah mulai tegas, pelajar kini mulai diasakan interaksi langsung
Sekolah mulai tegas, pelajar kini mulai diasakan interaksi langsung

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Penggunaan gadget di sekolah kini mulai dibatasi lebih ketat di berbagai daerah Indonesia. Sebagian banyak sekolah menilai penggunaan ponsel yang berlebihan selama jam belajar membuat siswa sulit fokus, menurunkan interaksi sosial, hingga memicu kecanduan media sosial dan game online.

Jadi, sejumlah sekolah sekarang mulai menerapkan aturan baru agar pelajar lebih fokus belajar dan kembali terbiasa berinteraksi secara langsung.

Salah satu daerah yang mulai serius menerapkan aturan ini adalah Jawa Timur. Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan resmi menerapkan pembatasan penggunaan gadget untuk siswa SMA, SMK, dan SLB sejak 2026.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjelaskan bahwa penggunaan gadget tanpa kontrol dapat membawa banyak dampak negatif. Mulai dari kecanduan digital, gangguan konsentrasi belajar, cyberbullying, hingga paparan konten yang tidak sesuai usia pelajar.

Aturan tersebut juga mendukung kebijakan nasional mengenai perlindungan anak di ruang digital, termasuk Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang perlindungan anak dalam penggunaan sistem elektronik.

Setiap sekolah memiliki cara berbeda dalam menerapkan aturan penggunaan gadget. Beberapa sekolah meminta siswa menyimpan ponsel di loker selama pelajaran berlangsung. Dan ada juga sekolah yang hanya memperbolehkan gadget digunakan saat pembelajaran tertentu dengan izin guru.

Selain itu, mulai banyak sekolah yang menerapkan “jam bebas gadget”, terutama saat istirahat dan kegiatan sekolah. Tujuannya agar siswa tidak terus-menerus sibuk melihat layar ponsel dan lebih banyak berkomunikasi dengan teman di sekitarnya.

Sebagian guru-guru telah mengaku suasana sekolah mulai berubah setelah aturan tersebut diterapkan. Siswa yang sebelumnya cenderung diam sambil bermain ponsel kini mulai lebih aktif berbicara, berdiskusi, dan bermain bersama saat jam istirahat.

Salah satu dampak positif yang mulai terlihat yaitu meningkatnya interaksi langsung antar siswa. Banyak pelajar memulai kembali terbiasa ngobrol tatap muka dibanding hanya berkomunikasi lewat chat atau media sosial.

Di beberapa tahun terakhir, banyak guru dan orang tua merasa anak-anak menjadi terlalu bergantung pada gadget. Bahkan saat berkumpul bersama teman.

Baca Juga: BERITA FOTO: Eksplorasi Sumber Daya Alam di Sungai Pikatan Mojokerto

Penelitian tentang penggunaan gadget pada remaja juga menunjukkan bahwa penggunaan gadget berlebihan dapat mengurangi komunikasi langsung dan mempengaruhi kemampuan sosial siswa.

Jadi, remaja menjadi lebih nyaman berinteraksi lewat dunia digital dibanding berbicara secara langsung. Dari kondisi inilah yang membuat sekolah mulai perlu menciptakan keseimbangan antara penggunaan teknologi dan kehidupan sosial siswa.

Pembatasan gadget juga dinilai membantu siswa lebih fokus saat belajar. Guru merasa siswa kini lebih memperhatikan penjelasan di kelas karena tidak terganggu notifikasi media sosial, video pendek, atau game online.

Sebagian banyak sekolah sebelumnya mengeluhkan siswa sering diam-diam membuka media sosial saat pelajaran berlangsung. Hal itulah membuat konsentrasi belajar menurun dan berdampak pada hasil akademik.

Beberapa penelitian internasional juga menunjukkan penggunaan smartphone berlebihan di sekolah dapat mempengaruhi konsentrasi, kualitas tidur, hingga kesehatan mental remaja.

Meskipun aturan gadget diperketat, sekolah menegaskan bahwa mereka bukan melarang teknologi sepenuhnya. Gadget tetap diperbolehkan untuk kebutuhan belajar, seperti mencari materi, mengakses platform pendidikan, dan mengerjakan tugas digital.

Sekolah hanya ingin penggunaan teknologi dilakukan secara lebih sehat dan terkontrol. Pelajar diharapkan tetap memahami teknologi digital, tetapi juga tidak kehilangan kemampuan komunikasi sosial di kehidupan nyata.

Pengamat pendidikan menilai langkah ini sangat penting karena generasi muda saat ini hidup di era digital yang sangat kuat pengaruhnya. Jika tidak diatur dengan baik, penggunaan gadget dapat mempengaruhi pola belajar, kesehatan mental, dan hubungan sosial remaja.

Dengan adanya aturan baru ini, banyak sekolah berharap pelajar dapat kembali menemukan keseimbangan antara dunia digital dan kehidupan sosial nyata.

Teknologi tetap penting, tetapi kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, dan membangun hubungan langsung juga menjadi hal yang tidak kalah penting bagi masa depan generasi muda.

LULUS

Editor : Imron Arlado
#penggunaan gadget di sekolah #pembatasan gadget #komunikasi langsung #gadget #sekolah