PONDOK Pesantren Islamic Center eLKISI Mojokerto menggelar ujian terbuka bedah buku karya santri kelas XII di Auditorium Pesantren eLKISI, Kamis (7/5). Ujian ini jadi syarat kelulusan sekaligus penguatan literasi santri.
Kepala Sekolah Kader Ulama Ponpes eLKISI Mojokerto Ustad Hidayatullah mengatakan, seluruh santri kelas XII wajib mengikuti bedah buku. Setiap peserta mempresentasikan analisis karya tulisnya di depan dua penguji yang didatangkan dari luar pesantren. Mereka terdiri dari akademisi kampus negeri dan swasta, ditambah unsur profesional dan praktisi.
Untuk tahun ini, karya anak anak beragam dari karya buku, KTI, dan sinopsis film pendek. ’’Ini bagian dari program literasi. Santri tidak hanya bisa menulis, tapi juga mampu mempertahankan gagasan di forum terbuka,’’ ujarnya.
Menurutnya lewat ujian ini, santri dilatih berpikir kritis, komunikasi publik, dan tanggung jawab intelektual atas karya yang dibuat. Beberapa poin penilaian meliputi orisinalitas karya, kualitas isi buku, struktur dan sistematika buku, gaya dan bahasa penulisan, proses kreatif, kemampuan analisis, presentasi, serta kemampuan menjawab pertanyaan penguji. ’’Penguji turut memberikan saran, masukan, dan kritik pada semua peserta. Dengan harapan akan dijadikan bekal ke perguruan tinggi dan menulis buku-buku berikutnya,’’ tambahnya.
Salah satu peserta, Mufli Husain, mengaku bangga sekaligus terharu selama menempuh pendidikan di eLKISI. Ia mampu menghasilkan sebuah buku yang berjudul Pemikiran untuk Pendidikan Nasional. ’’Ini buku pertama saya. Semoga buku ini bermanfaat, terima kasih saran dan kritik dari penguji,’’ pungkasnya. (bas/fen)
Editor : Fendy Hermansyah