’’Alhamdulillah, untuk siswa SMA/SMK di Mojokerto Raya semuanya lulus seratus persen.’’
Pinky Hidayati
Kepala Cabdindik Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto
Diumumkan Secara Online untuk Menghindari Konvoi dan Arak-arakan
MOJOKERTO RAYA - Pengumuman kelulusan siswa kelas XII jenjang SMA/SMK di Mojokerto Raya resmi diumumkan, Selasa (5/5). Dalam momentum tersebut, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto mengimbau agar para siswa tidak merayakan kelulusan secara berlebihan. Seperti konvoi, pawai, maupun aksi corat-coret seragam.
Kepala Cabdindik Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto Pinky Hidayati mengatakan, memang kelulusan SMA dan SMK di Mojokerto telah diumumkan sejak Senin (4/5) lalu. Hasilnya, para siswa dinyatakan lulus seratus persen. ’’Alhamdulillah, untuk siswa SMA/SMK di Mojokerto Raya semuanya lulus seratus persen,’’ katanya, kemarin (5/5).
Pinky menuturkan, pengumuman kelulusan disampaikan secara daring melalui laman resmi sekolah serta grup komunikasi wali kelas. Sehingga pasca kelulusan, siswa dilarang melakukan konvoi, arak-arakan, maupun corat-coret seragam sekolah. ”Siswa kita imbau menunggu pengumuman dari sekolah didampingi orang tua,’’ paparnya.
Dia mengungkapkan, aspek kelulusan hasil belajar peserta didik jenjang SMA dan SMK di Mojokerto Raya dilaksanakan melalui penilaian sumatif akhir jenjang (PSAJ). Hasil dari penilaian ini lantas menjadi dasar utama dalam penetapan kelulusan dari satuan pendidikan. ’’Rata-rata nilai rapor semester 1-6 dan nilai PSAJ dengan komposisi persennya sudah ada di daftar kumpulan nilai (DKN) disertakan juga penilaian keseharian sikap siswa jadi perhitungan kelulusan siswa,’’ jelasnya.
Pasca pengumuman, berikutnya siswa yang dinyatakan lulus akan menerima surat keterangan lulus (SKL) sebagai dokumen sementara sebelum ijazah resmi diterbitkan. ”Untuk sementara sekolah bisa memberikan SKL, biasanya keluar satu hingga dua hari setelah pengumuman,” imbuhnya.
Sedianya SKL tersebut digunakan untuk berbagai keperluan siswa, baik mendaftar melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun melamar pekerjaan. ”Biasanya banyak dimanfaatkan siswa yang ingin langsung bekerja,” tandasnya. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah