”Kami ingin lulusan SMAN 1 Sooko bukan hanya pintar di atas kertas, tapi juga peduli, tangguh, dan siap berkolaborasi. Itu makna holistik yang kami kejar.”
Sugeng Wibawa
Kepala SMAN 1 Sooko
SMAN 1 Sooko kian mengukuhkan diri sebagai salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Mojokerto. Tidak hanya mengejar capaian akademik, lembaga pendidikan di Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko, ini juga menempatkan pembentukan karakter dan pengembangan potensi siswa secara holistik sebagai prioritas utama.
Sejak menerapkan Kurikulum Merdeka Berbagi, sekolah ini memberi ruang lebih luas bagi peserta didik untuk menentukan arah belajarnya. Siswa diberi kebebasan memilih mata pelajaran (mapel) sesuai minat dan bakat. Sehingga tercipta suasana belajar yang inklusif, adaptif, dan tidak kaku.
Kepala SMAN 1 Sooko Sugeng Wibawa menegaskan, fleksibilitas kurikulum menjadi kunci untuk menumbuhkan rasa memiliki siswa terhadap proses belajar. ”Di SMAN 1 Sooko, kami percaya setiap anak punya jalan suksesnya masing-masing. Kurikulum Merdeka Berbagi memungkinkan mereka merancang jalan itu sejak bangku SMA. Tugas kami adalah mendampingi, bukan menyeragamkan,” ujarnya.
Motor Perubahan Pendidikan
SMAN 1 Sooko dapat dibilang aktif menjadi motor perubahan pendidikan, baik di tingkat lokal maupun nasional. Berbagai inovasi pembelajaran terus diujicobakan. Mulai dari proyek lintas mapel, kelas berbasis masalah nyata, hingga pemanfaatan teknologi untuk diferensiasi.
Di sisi lain, penguatan kapasitas guru juga rutin dilakukan melalui pelatihan dan komunitas praktisi. ”Kami tidak bisa mendorong siswa berkembang kalau gurunya berhenti belajar. Karena itu, pelatihan guru dan perbaikan manajemen sekolah kami jalankan beriringan dengan inovasi di kelas,” tambah Sugeng.
Komitmen tersebut berbuah prestasi. Siswa dan guru SMAN 1 Sooko sukses menorehkan berbagai capaian prestasi. Antara lain, juara Olimpiade Sains Nasional (OSN), mendulang medali di bidang olahraga dan seni tingkat provinsi, serta aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Partisipasi siswa dalam aksi lingkungan, literasi, hingga bakti sosial menjadi bukti pendidikan karakter berjalan seiring dengan prestasi akademik. ”Kami ingin lulusan SMAN 1 Sooko bukan hanya pintar di atas kertas, tapi juga peduli, tangguh, dan siap berkolaborasi. Itu makna holistik yang kami kejar,” tegasnya.
Dengan semangat Kurikulum Merdeka Berbagi, SMAN 1 Sooko Mojokerto berkomitmen terus berinovasi menghadirkan pendidikan terbaik. Sekolah ini berharap dapat menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lain untuk bergerak bersama memajukan kualitas pendidikan dari level daerah. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah