DUNIA jurnalistik tetap menjadi perhatian lembaga pendidikan. Salah satunya melalui program Jurnalis Mengajar besutan Jawa Pos Radar Mojokerto yang digelar di SMAN 1 Puri, kemarin (28/4).
Sebanyak 100 siswa gabungan OSIS dan ekstrakurikuler (ekskul) jurnalistik mengikuti proses acara bertajuk Menjadi Jurnalis dalam 60 Menit, ini dengan penuh antusias. Kegiatan ini dibuka Kepala SMAN 1 Puri Sutoyo.
Dalam sambutannya, Sutoyo menyatakan tentang pentingnya keterampilan jurnalistik di era informasi saat ini. ”Artinya, ilmu yang kita dapat dari Jawa Pos Radar Mojokerto hari ini pastinya akan sangat berguna. Anak-anak diharapkan terus belajar dan jangan pernah berhenti mengenyam ilmu, karena di atas langit masih ada langit,” katanya, kemarin (28/4).
Kegiatan ini menghadirkan Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Mojokerto Moch. Chariris sebagai narasumber. Para peserta mendapatkan materi tentang dasar-dasar jurnalistik, teknik penulisan berita, keredaksian, penggunaan diksi, pemilihan angle, penggalian, data, serta cara melakukan wawancara yang efektif.
Mereka juga diajak berlatih secara langsung dalam membuat dan menulis sebuah informasi menjadi berita yang menarik. Istimewanya, para siswa berhasil menjawab tantangan tersebut dengan memecahkan rekor menjadi jurnalis tercepat selama rangkaian Jurnalis Mengajar di Mojokerto Raya.
Mereka yang terbagi dalam kelompok keredaksian mampu menyelesaikan proses peliputan sekaligus produksi berita dalam waktu yang cukup singkat, antara 15 hingga 25 menit. ”Saya rasa, SMAN 1 Puri sudah berhasil memecahkan rekor waktu tercepat di antara sekolah-sekolah yang sebelumnya juga menggelar program Jurnalis Mengajar,” terang Chariris.
Dengan adanya program Jurnalis Mengajar ini, para siswa diharapkan dapat meningkatkan kemampuan menulis dan berpikir kritis, serta menghasilkan produk tulisan berkualitas. ”Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa-siswi untuk terus berkarya dalam bidang jurnalistik,” tandasnya.
Di samping menghadirkan karya tulis berupa artikel berita, dalam menjalani praktik peliputan mereka juga melengkapi dengan foto dan video narasumber. Hasil tugas yang dikerjakan secara tim ini bahkan mampu dituangkan dalam bentuk cover halaman koran berbasis digital. ”Dalam jurnalistik memang dibutuhkan newsroom, deadline, dan kerja tim. Dan ini sudah dibuktikan para siswa SMAN 1 Puri,” pungkas Chariris. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah