Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mepet Sekolah, Wali Murid di Mojokerto Teken Petisi Penolakan Lokasi KDMP 

Khudori Aliandu • Selasa, 28 April 2026 | 09:23 WIB
BERHARAP DISIKAPI: Puluhan wali murid SDN Jatirowo 1, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto menunjukkan tanda tangan petisi penolakan pembangunan KDMP di lingkungan sekolah Senin (27/4). Sebelumnya mereka juga telah mengirim petisi serupa ke Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto agar menyikapi polemik tersebut. (Sofan JPRM)
BERHARAP DISIKAPI: Puluhan wali murid SDN Jatirowo 1, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto menunjukkan tanda tangan petisi penolakan pembangunan KDMP di lingkungan sekolah Senin (27/4). Sebelumnya mereka juga telah mengirim petisi serupa ke Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto agar menyikapi polemik tersebut. (Sofan JPRM)

’’Iya benar ada petisi penolakan alih fungsi halaman sekolah dari wali murid yang anaknya sekolah di SDN Jatirowo 1. Ada sebanyak 43 orang tua yang menandatangai petisi itu.’’

Amsar Azhari Siregar

Kepala Dispendik Kabupaten Mojokerto 

’’Pendidikan dan KDMP ini sama-sama program pemerintah, tetapi karena lokasi pembangunan KDMP ini membelakangi sekolah, para wali murid sangat menolak.’’

Rejo

Wali murid siswa SDN Jatirowo 1

 ’’Sudah kita sosialisasikan dan duduk bersama dengan pihak sekolah dan wali murid.’’

Hermin Ekowati

Kades Jatirowo, Kecamatan Dawarblandong

Dispendik Cari Solusi Terkait Polemik Pembangunan KDMP di Kawasan Sekolah 

KABUPATEN – Sejumlah wali murid menyatakan sikap dan menandatangani petisi penolakan atas pemilihan tempat pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Jatirowo, Kecamatan Dawarbandong, Kabupaten Mojokerto, kemarin (27/4). Selain dibangun di lingkungan sekolah dan membelakangi gedung SDN Jatirowo 1, fasilitas pengembangan karakter siswa juga terkena dampaknya. 

Rejo, salah satu wali murid menegaskan, paguyuban wali murid SDN Jatirowo 1 menolak pembangunan KDMP di lingkungan sekolah tempat anak-anak mereka menempuh pendidikan tingkat dasar. Dengan alasan, karena pendidikan juga sama-sama menjadi program prioritas pemerintah.

’’Pendidikan dan KDMP ini sama-sama program pemerintah, tetapi karena lokasi pembangunan KDMP ini membelakangi sekolah, para wali murid sangat menolak,’’ ungkapnya, kemarin (27/4). 

Dia menyatakan, penolakan wali murid ini bukan dalam konteks pelaksanaan program KDMP, melainkan pada pemilihan tempat pembangunan proyek yang dinilai kurang tepat dan dikhawatirkan mengganggu aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa.

’’Penolakannya hanya pada penempatannya. Tempatnya juga kurang etis kalau desa itu menempatkan di lokasi tersebut,’’ imbuh Rejo didampingi puluhan wali murid lainnya. 

Sehingga, lanjut dia, atas ketidaknyaman tersebut wali murid memutuskan untuk menyatakan sikap. Khususnya orang tua siswa kelas 1 hingga kelas VI yang berasal dari Dusun Sekiping, Desa/Kecamatan Dawarblandong. ’’Karena merasa tidak nyaman, kemungkinan besar setelah semester, kenaikan kelas ini akan pindah sekolahan,’’ tegasnya. 

Sebelum menyampaikan pernyatakan sikap secara terbuka, lanjut Rejo, sejatinya mereka telah membuat petisi penolakan penempatan pembangunan KDMP di depan SDN Jatirowo 1, dan telah disampaikan ke Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto. ’’Harapan saya, pengaduan dan permohonan, mungkin pembangunan KDMP jangan-lah di lokasi sekolah SDN Jatirowo 1,’’ tandasnya. 

Dispendik Cari Jalan Tengah 

Kepala Dispendik Kabupaten Mojokerto Amsar Azhari Siregar membenarkan jika dispendik telah menerima surat pengaduan atas petisi penolakan pembangunan KDMP di lingkungan SDN Jatirowo 1. Dia mengungkapkan, tuntutan para wali murid tersebut akan dikomunikasi dengan pihak terkait dan pimpinan untuk mencari solusi sebagai langkah jalan tengah.

’’Iya benar ada petisi penolakan alih fungsi halaman sekolah dari wali murid yang anaknya sekolah di SDN Jatirowo 1. Ada sebanyak 43 orang tua yang menandatangani petisi itu,’’ ungkapnya. 

Dalam petisi itu, lanjut dia, juga disebutkan alasan para wali murid menolak pembangunan KDMP di lingkungan sekolah. Para orang tua menjelaskan penggunaan di sebagian halaman sekolah untuk pendirian KDMP berdampak terhadap berkurangnya luas area untuk mendukung aktivitas pendidikan produktif bagi para siswa. 

Di antaranya terganggunya kegiatan upacara bendera, terbatasnya sarana pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK), terhambatnya kegiatan ekstrakurikuler Pramuka, hingga berkurangnya kenyamanan dan keamanan siswa di lingkungan sekolah.

’’Prinsipnya, halaman SDN Jatirowo 1 merupakan bagian penting dari sarana dan prasarana pendidikan untuk menunjang kegiatan pembelajaran dan pengembangan karakter siswa,’’ jelasnya. 

Pemdes Sudah Sosialisaikan ke Orang Tua 

Sementara itu, kemarin (27/4) Kades Jatirowo Hermin Ekowati belum merespons konfirmasi Jawa Pos Radar Mojokerto atas pertimbangan pemilihan tempat pembangunan KDMP di lingkungan SDN Jatirowo 1.

Namun, sebelumnya Hermin mengaku sudah mengajak para orang tua siswa duduk bersama meski akhirnya mereka tetap menolak pembangunan KDMP di sekitar sekolah, karena dinilai membelakangi wajah dan bangunan sekolah. ’’Sudah kita sosialisasikan dan duduk bersama dengan pihak sekolah dan wali murid,’’ ungkapnya. (ori/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#penolakan kdmp #wali murid galang petisi #kdmp mojokerto