KIPRAH SMAN 1 Puri menjadi sekolah unggul dan berkualitas semakin terbukti. Salah satunya dengan adanya kunjungan program Sekolahku Keren dari JTV dan Cedea. Acara yang berlangsung di Castle Arena SMAN 1 Puri ini disambut hangat dan semarak oleh warga SMAN 1 Puri, Kamis (23/4) lalu.
Istimewanya, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto Pinky Hidayati juga turut hadir dalam kemeriahan acara tersebut. Kepala SMAN 1 Puri, Sutoyo mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, dengan adanya program Sekolahku Keren, membuktikan eksistensi SMAN 1 Puri di mata kancah nasional dengan berbagai prestasinya. ’’Kami sangat bersyukur dan bangga karena sudah mendapat kunjungan dari JTV maupun Cedea untuk menjadi salah satu kandidat program Sekolahku Keren,’’ ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, para warga sekolah diajak melaksanakan berbagai aktivitas seru. Seperti senam bersama, lomba mukbang, dance hingga penampilan ekstrakurikuler yang jadi salah satu faktor semaraknya acara. Tentunya, selama kegiatan, seluruh warga sekolah juga antusiasme menikmati kemeriahan dari hiburan musik, doorprize serta fun game.
Kabar baik lainnya, salah satu siswa SMAN 1 Puri juga dinyatakan lolos administrasi beasiswa program Asia Kakehashi Project+ (AKP+). Siswa kelas X ini mendapatkan kesempatan jadi finalis program beasiswa penuh AKP+ 2026 ke Jepang. ’’Ini juga menjadi bukti lagi, jika siswa SMAN 1 Puri mampu dan siap bersaing hingga di kancah internasional,’’ ulas Sutoyo.
Sebelumnya, Malvin juga telah menjalani proses seleksi dan karantina dengan waktu yang cukup panjang. Itu sebagai tahapan persiapannya sebelum mengikuti program beasiswa pertukaran pelajar di luar negeri. Mereka akan digembleng dan dibekali penuh tambahan sejumlah mata pelajaran dengan jadwal yang sangat padat. Sehingga saat berangkat ke luar negeri, mereka benar-benar siap secara pengetahuan dan mental.
’’Kami di sekolah memfasilitasi apa yang diperlukan anak-anak terutama administrasi pendukung. Selain juga kelonggaran dalam penilaian dan kehadiran di sekolah. Karena mereka di sana juga mendapatkan pembelajaran yang jauh lebih padat dari di sekolah. Ujian sekolah pun, kita yang mengikuti waktu luang mereka,’’ beber dia.
Menurut Sutoyo, merupakan loncatan yang besar untuk pengembangan SDM generasi muda. Sehingga pihak sekolah terus mendukung dan memfasilitasi anak didiknya untuk mengikuti program-program seperti ini. ’’Tentu kami berterima kasih kepada Bina Antarbudaya yang telah menggelar program AFS Intercultural ini untuk meningkatkan kualitas SDM generasi muda kita. Kami juga berbangga dari kuota terbatas SMAN 1 Puri selalu ada saja yang lolos setiap tahunnya,’’ tandasnya. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah