Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Wali Murid di Mojokerto Tolak KDMP di Lingkungan Sekolah

Khudori Aliandu • Sabtu, 25 April 2026 | 06:40 WIB
SPORADIS: Kondisi lahan SDN 1 Jatirowo Dawarblandong kemarin (24/4). Dewan guru dan wali murid protes terkait pembangun gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang menempati lahan sekolah tersebut. (Sofan JPRM)
SPORADIS: Kondisi lahan SDN 1 Jatirowo Dawarblandong kemarin (24/4). Dewan guru dan wali murid protes terkait pembangun gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang menempati lahan sekolah tersebut. (Sofan JPRM)

 

-         - Ganggu Aktivitas KBM SDN Jatirowo

-        -  Ancam Pindah Sekolah pada Semester Depan

KABUPATEN - Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Jatirowo, Kecamatan Dawarbandong, Kabupaten Mojokerto menuai polemik di tengah masyarakat. Lantaran pembangunannya persis membelakangi bangunan SDN Jatirowo sehingga dianggap mengganggu kenyamanan para siswa.

Rejo salah satu wali murid, mengungkapkan keresahannya atas pembangunan KDMP yang ada di lingkungan sekolah. Ia menyebutkan, ketidaknyamanan itu hampir dirasakan sebagian besar wali murid dan para siswa. ’’Intinya semua wali murid menolak, karena kurang nyaman kalau ada bangunan koperasi di situ. Apalagi sampai membelakangi lembaga pendidikan,’’ ungkapnya.

Pembangunan itu belakangan memunculkan penolakan dan protes warga. Bahkan, terang Rejo, jika pembangunan itu dilanjutkan para orang tua siswa bakal memindahkan anaknya ke sekolah lainnya. Tak urung dikhawatirkan aktivitas sekolah tersebut terhenti. ’’Kalau itu dilanjutkan, terpaksa anak-anak akan pindah sekolah semuanya. Ada yang pindah ke SDN Pulorejo 2, ada yang ke Gunungsari,’’ tegasnya.

Pemindahan para siswa itu belakangan sudah menjadi komitmen orang tua sebagai bentuk protes atas keberadaan KDMP di lingkungan sekolah. Meski sempat diajak duduk bersama kepala desa setempat, warga tetap kompak menolak. Selain dianggap melanggar secara estetika, aktivitas tersebut akan mengganggu proses kegiatan belajar mengajar di sekolah. ’’Semua wali murid menolak, tetapi faktanya pembangunan tetap saja dilanjutkan, kepala desanya tidak menerima keluhan wali murid. Kalau seperti ini kan malah mengorbankan pendidikan,’’ sesalnya.

Benar saja, sesuai pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, pembangunan KDMP yang menjadi program prioritas pemerintah pusat tersebut masuk tahap pengerjaan pondasi tanpa menghiraukan kenyamanan para siswa. ’’Kalau pembangunan masih berlanjut, di tahun ajaran baru nanti para wali murid akan memindahkan anak-anaknya ke sekolah lain yang lebih nyaman,’’ jelasnya.

SDN Jatirowo sendiri saat ini mempunyai 62 siswa, dari kelas I sampai VI yang berasal dari Dusun Sekiping dan Dusun Jatirowo. ’’Nah, yang dari Dusun Sekiping ini 43 siswa, ini yang akan keluar semua. Menunggu semester ini, kalau pembangunan KDPM lanjut, ya terpaksa kenaikan kelas langsung pindah semuanya,’’ bebernya.

Bahkan Rejo menyebut, dengan dimulainya aktivitas pembangunan membuat para siswa juga sudah mulai jarang masuk akibat terganggu. ’’KDMP di depan sekolah itu membuat siswa benar-benar tidak nyaman. Saya sendiri yang lihat ke situ saja tidak nyaman,’’ pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kades Jatirowo, Hermin Ekowati membenarkan atas pembangunan KDMP di lingkungan pendidikan tersebut. Hanya saja pihaknya mengaku sudah mengajak para orang tua siswa duduk bersama meski akhirnya tetap menolak keberadaan KDMP di depan sekolah. ’’Sudah kita sosialisasikan dan duduk bersama dengan pihak sekolah dan wali murid,’’ ungkapnya seraya enggan merespons ketika disinggung atas dampak yang ditimbulkan. (ori/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#sdn jatirowo #kdmp mojokerto #Sekolah Moderasi