Festival unit merupakan tradisi tahunan yang diselenggarakan di YPP Nurul Islam. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat kekompakan antarkontingen dan suporter dalam meraih kemenangan. Selain itu, festival ini juga menjadi wadah bagi siswa dan siswi untuk mengembangkan potensi, bakat, serta hobi mereka. Ajang ini mampu meningkatkan motivasi belajar karena siswa menjadi lebih semangat dalam mengikuti berbagai kegiatan. Antusiasme peserta yang tinggi menunjukkan bahwa kegiatan ini memiliki potensi besar dalam membentuk karakter positif siswa.
MTs 2 Nurul Islam merupakan salah satu unit pendidikan yang mengusung konsep perpaduan antara Alquran dan sains. Sekolah ini mengintegrasikan ilmu pengetahuan umum dengan nilai-nilai Alquran dan hadis. MTs 2 Nurul Islam adalah unit pendidikan kelima yang didirikan setelah MA Nurul Islam, MTs 1 Nurul Islam, SMK UBP Nurul Islam, dan SMP UBQ Nurul Islam. Lokasinya berada di Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam 2, Desa Tunggal Pager, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.
Di MTs 2 Nurul Islam terdapat program unggulan berupa expert class dengan tujuh jurusan, yaitu International Class Program (ICP), Math and Science Class (MSC), Social Class (SC), Bilingual Class (BC), Dirosah Islamiyah (DI), Kutubut Turots Islamiyah (KTI), dan Tahfidzul Alquran (TA).
Baca Juga: Legenda Sumur Upas dan Ruang Rahasia di Bawah Tanah Situs Kerajaan Majapahit.
Pondok Pesantren Nurul Islam secara rutin mengadakan festival antarunit setiap tahunnya. Kegiatan ini dilaksanakan dengan penuh semangat di masing-masing unit. Dalam pelaksanaannya, rasa solidaritas antarsiswa semakin kuat karena mereka memiliki tujuan yang sama, yaitu mengharumkan nama unitnya. Kekompakan terlihat dari yel-yel, dukungan, dan kerja sama tim. Namun, di balik dampak positif tersebut, terdapat juga dampak negatif, seperti munculnya sikap berlebihan dalam membela kelompok sendiri hingga merendahkan unit lain. Hal ini berpotensi menimbulkan konflik atau permusuhan antar siswa.
Penelitian lain yang serupa juga pernah dilakukan terkait dampak pertandingan klub Persib dan Persija terhadap pelaku UMKM yang berjualan saat laga kandang di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat. Penelitian tersebut menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan metode Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari penelitian tersebut dapat dipahami bahwa keberagaman dalam masyarakat perlu dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan konflik. Rasa empati dan kesadaran sosial sangat penting untuk menumbuhkan solidaritas.
Berdasarkan hasil perlombaan di MTs 2 Nurul Islam, berbagai cabang lomba berhasil diraih dengan prestasi yang cukup membanggakan. Di antaranya adalah juara 1 pada lomba Best Mascot dan Yel-Yel, lompat jauh putri, lari 100 meter putri, lari 400 meter putra, futsal, badminton putra, panca lomba putra, MQK, triple religi putra, serta pidato bahasa Indonesia. Sementara itu, juara 2 diraih pada beberapa cabang seperti tolak peluru, lari 300–500 meter putri, floor ball putra dan putri, lompat jauh putra, tenis meja putra dan putri, MHQ 10 juz, pidato bahasa Inggris, serta paduan suara. Adapun juara 3 diperoleh pada lomba MHQ 5 juz, rowi putra, pidato bahasa Arab, dan paskibra.
Baca Juga: Kuliner Legendaris Mojokerto: Rahasia Kelezatan Sate Kelapa yang Bertahan Puluhan Tahun
Metode penelitian yang digunakan dalam kajian berjudul: ”Festival Unit di MTs 2 Nurul Islam dalam Menumbuhkan Sikap Solidaritas”, adalah dengan memberikan pelatihan langsung kepada siswa dan siswi.
Namun demikian, festival ini juga memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positifnya adalah dapat menggali bakat terpendam dan memotivasi siswa untuk berlomba dalam kebaikan. Sedangkan dampak negatifnya adalah munculnya gesekan antarsiswa maupun antar guru dari unit yang berbeda. Untuk mengatasi hal tersebut, salah satu solusi yang disarankan adalah mengadakan festival secara berkala, misalnya dua tahun sekali, agar persaingan tidak terlalu sering terjadi.
Dapat disimpulkan bahwa festival unit tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk meraih kemenangan, tetapi juga sebagai sarana penting dalam menumbuhkan sikap solidaritas. Selama kegiatan berlangsung, siswa belajar bahwa kebersamaan dan kerja sama memiliki nilai yang lebih penting dibandingkan hasil akhir. Oleh karena itu, sikap solidaritas yang terbentuk diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta lingkungan sosial yang harmonis dan saling menghargai. (*)
*) 9 Social Class MTs 2 Nurul Islam Mojokerto
Pembimbing: Inayatu Khoirul Magfiroh, M.Pd
Editor : Imron Arlado