Jawa Pos Radar Mojokerto- Semangat mencetak jurnalis muda yang kritis dan berkarakter terus dijaga SMPN 2 Ngoro. Komitmen tersebut tercermin dalam workshop dan pelatihan jurnalistik bertema: Menjadi Jurnalis dalam 60 Menit, yang diinisiasi Jawa Pos Radar Mojokerto, Sabtu (18/4).
Bertempat di aula Majapahit SMPN 2 Ngoro, kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Kepala SMPN 2 Ngoro Satsuana Jatiningtyas. ”Workshop ini sangat kami nantikan untuk diberikan kepada siswa. Kami ingin, dengan kegiatan ini kemampuan literasi mereka kian meningkat,” ujarnya.
Harapannya, lanjut dia, pasca kegiatan workshop ini, akan semakin banyak generasi Z yang akan terjun di dunia reportase dan jurnalis yang cakap di era teknologi dan komunikasi. ”Jadi, tidak sekadar menggunakan teknologi untuk hal yang tidak bermanfaat. Namun, juga melek dalam menggunakan media sosial secara bijak,” papar dia.
Sementara itu, Farisma Romawan, sebagai narasumber workshop menyampaikan teori jurnalis pelajar dengan jelas, mudah dipahami dan mampu membuat suasana menjadi cair. ”Menulis adalah kegiatan yang mudah dan menguntungkan,” kata wartawan Jawa Pos Radar Mojokerto, ini.
Pada kesempatan tersebut, mereka mendapat kesempatan menjadi jurnalis muda. Mereka diarahkan praktik liputan dan wawancara secara berkelompok. ”Untuk dapat menuangkan apa yang ada dalam pikiran, tuliskan apa yang ingin kamu katakan. Tidak harus dengan kata-kata tapi bisa menjadi tulisan, dan itu akan bisa menjadi wawasan baru di masa yang akan datang,” pesan Faris.
Manajer Iklan Jawa Pos Radar Mojokerto Ahmad Basuni turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dia memberikan motivasi sekilas bagi para peserta workshop. ”Semoga setelah pertemuan ini, anak-anak dapat mengetahui cara membuat berita yang benar, meningkatkan pengetahuan tentang literasi, serta dapat membedakan mana berita yang benar dan mana yang hoaks,” tandasnya. (oce/ris)
Editor : Imron Arlado