Dibuka Kepala Dispendik, Hadirkan Guru Besar Unesa
KABUPATEN – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Mojokerto menyelenggarakan Orientasi Kepramukaan pada Kamis (2/4), bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Jalan RA Basuni, Sooko, Kabupaten Mojokerto.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Amsar Ashari Siregar, SH, MM, selaku Wakil Ketua Kwarcab yang mewakili Ketua Kwarcab Kabupaten Mojokerto.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi pertama tentang fundamental Gerakan Pramuka oleh Prof. Dr. Suyatno, M.Pd., Guru Besar Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Ia juga menyampaikan materi terkait peran, tugas, dan fungsi anggota dewasa (andalan) dalam Gerakan Pramuka.
Ketua panitia, Mujiono, menjelaskan kegiatan ini diikuti oleh 109 peserta. Mereka terdiri atas pengurus dan LPK Kwarcab Mojokerto, ketua dan sekretaris Kwaran se-Kabupaten Mojokerto, serta pengurus Dewan Kerja Cabang (DKC) dan Brigade Penolong 1316 Kwartir Cabang Mojokerto.
''Kehadiran para peserta ini menjadi bukti nyata komitmen dalam memperkuat peran strategis dalam perkembangan Gerakan Pramuka di Kabupaten Mojokerto,'' ujarnya.
Ketua Kwarcab Mojokerto, dr. Muhammad Rizal Octavian, yang dibacakan oleh Kepala Dispendik Kabupaten Mojokerto, menekankan pentingnya kegiatan orientasi sebagai wadah menyatukan pemahaman, meningkatkan kapasitas, serta memperkuat sinergi antar pengurus kwartir.
Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang pengenalan struktur dan tugas, tetapi juga langkah awal untuk menyamakan persepsi, memperkuat komitmen, dan membangun semangat kebersamaan dalam menjalankan roda organisasi.
''Peran pengurus sangat penting bagi keberhasilan pembinaan Pramuka di Kabupaten Mojokerto. Orientasi ini diharapkan mampu memberikan bekal serta motivasi agar Gerakan Pramuka semakin maju dan berdaya guna,'' ungkapnya.
Dalam materinya, Prof. Suyatno juga menekankan pentingnya kebijakan strategis Gerakan Pramuka di tingkat cabang, termasuk penguatan peran pengurus serta sinergi dengan program pendidikan dan pembangunan karakter generasi muda.
''Pengurus Kwartir Cabang harus mulai menggeser pendekatan instruktural menjadi fasilitatif,'' tegasnya. (bas/fen)
Editor : Fendy Hermansyah