Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Baru Mengajar, 59 Guru PAI di Mojokerto Belum Mengikuti PPG

Indah Oceananda • Rabu, 1 April 2026 | 13:19 WIB
KABAR BAIK: Seorang pendidik di lingkungan madrasah dalam suatu pembelajaran. Guru PAI di lingkup Kemenag Mojokerto bakal mendapatkan kucuran tunjangan profesi guru dalam waktu dekat.
KABAR BAIK: Seorang pendidik di lingkungan madrasah dalam suatu pembelajaran. Guru PAI di lingkup Kemenag Mojokerto bakal mendapatkan kucuran tunjangan profesi guru dalam waktu dekat.

 

’’Total 59 guru ini belum PPG, karena memang baru mengajar di sekolah.’’

Ama Noor Fikry

Plt Kasi PAIS Kemenag Kabupaten Mojokerto

Kemenag Masih Menunggu Jadwal Pelaksanaan Berikutnya 

KABUPATEN – Sejumlah guru pendidikan agama Islam (PAI) di Kabupaten Mojokerto masuk dalam daftar pengumuman kelulusan pendidikan profesi guru (PPG) tahun 2026 beberapa waktu lalu. Kendati demikian, saat ini masih tersisa puluhan tenaga pendidikan PAI yang belum mengikuti PPG. 

Plt Kasi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto Ama Noor Fikry menuturkan, setidaknya terdapat 34 guru PAI yang berhasil dinyatakan lolos PPG batch 4 tahun 2025 lalu. Nmaun, kelulusan mereka baru diumumkan 24 Maret kemarin. ’’Alhamdulillah, ada 34 guru PAI yang lolos PPG 2025 kemarin,’’ katanya, kemarin (31/3). 

Kendati demikian, di Kabupaten Mojokerto sejauh ini masih ada puluhan guru PAI yang memang belum mengikuti PPG. Totalnya diketahui mencapai 59 pendidik. Mereka tersebar dari jenjang TK, SD, SMP, SMA/SMK, hingga SLB. ’’Paling banyak guru PAI di jenjang SD, ada 24 orang yang belum mengikuti PPG,’’ ungkap Fikry. 

Itupun, lanjut dia, dikarenakan mereka baru mengabdikan diri di lembaga pendidikan, sehingga hingga saat ini belum dapat mengikuti PPG. ’’Total 59 guru ini belum PPG karena memang baru mengajar di sekolah,’’ ulasnya. Kendati demikian, pihaknya tetap mendorong puluhan guru yang belum mengantongi sertifikasi tersebut agar bisa mengikuti PPG. 

Dia menjelaskan, dari pengalaman yang ada, untuk mengikuti PPG pra jabatan (prajab) memang tergolong tidak mudah. Sebab, PPG prajab mengeluarkan biaya besar dan waktu pelaksanaan yang relatif lama. ’’Letak persoalannya terutama di biaya yang menjadi kendala,’’ imbuhnya. 

Di sisi lain, Fikry menyebutkan, sejauh ini jadwal pelaksanaan PPG tahun 2026 juga belum diketahui pasti. Sebab, hingga kemarin (31/3), Kemenag belum mendapat informasi lanjutan terkait hal tersebut. ’’Belum ada informasi waktu pelaksanaannya kapan. Jadi, masih menunggu lagi,’’ tandasnya. (oce/ris)

 

 

 

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#ppg 2026 #guru mojokerto #guru pai #pendidikan profesi guru #Sekolah mojokerto