KOMITMEN meningkatkan mutu pendidikan terus digaungkan Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim. Salah satunya melalui program East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2026. Program hasil kolaborasi Dispendik, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Jawa Pos Group ini dirancang sebagai ajang kompetisi inovasi terbuka bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Wilayah Kabupaten-Kota Mojokerto Pinky Hidayati mengatakan, tahun ini Dindik Jatim kembali mencanangkan sebagai tahun prestasi dan inovasi. Maka, selayaknya Cabdindik Wilayah Mojokerto juga turut mendukung kegiatan EJIES 2026 ini. Mulai dari SMA, SMK, SLB, sekretariat, bidang, UPT hingga cabang dinas wilayah ikut terlibat aktif menciptakan karya inovatif yang berdampak nyata di lingkungan belajar masing-masing. ’’Alhamdulillah, semangat para guru, tendik, kepala sekolah dan juga pengawas SMA, SMK dan SLB negeri dan swasta di wilayah Mojokerto untuk berinovasi sangat tinggi. Hampir 1.500 karya inovasi telah didaftarkan pada EJIES 2026,’’ katanya.
Pinky menyebut, EJIES sebagai wadah yang tepat untuk menggali potensi dan menumbuhkan pendidik cerdas. Melalui program ini pula, nantinya akan mendorong agar SDM di bidang pendidikan untuk selalu bergerak dan menggerakkan bersama-sama. Tentu dalam rangka berkreasi dan berinovasi untuk menciptakan terobosan baru dalam pembelajaran yang kebetulan juga terselenggara saat bulan puasa. ’’Karya inovasi ini menjadi salah satu rangkaian program Ramadhan Pendidikan Berdampak di Mojokerto, sehingga menambah antusiasme dan kebermanfaatan,’’ imbuhnya.
Menurutnya, EJIES adalah wujud konkret dalam membangun pendidikan berkualitas. Dengan jumlah 1.284 karya yang disetor 1.468 peserta se-Mojokerto Raya tersebut, menunjukkan dukungan agar EJIES bisa memunculkan kreasi dan inovasi di bidang pendidikan. Pihaknya memohon doa dan dukungan untuk Cabdindik Wilayah Mojokerto agar bisa menjadi peraih medali atau pemenang terbanyak nantinya. ’’Semua inovasi adalah karya orisinal terbaik. Semoga tahun ini, dari 10 besar terbaik yang telah ditentukan ini, akan semakin banyak wakil Mojokerto yang meraih gelar inovasi terbaik,’’ ungkapnya.
Perlu diketahui, event yang digelar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Jawa Pos Group dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Dalam lomba ini, setiap peserta mengirimkan inovasi berupa karya tulis yang tidak hanya dikemas berbentuk teknologi atau aplikasi. Namun, melainkan juga menjadi kebijakan dan langkah strategis yang mampu menyelesaikan persoalan pendidikan. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah