KOTA - Bulan Ramadan sering kali menghadirkan tantangan tersendiri bagi manajemen di sekolah. Di tangan dingin Kepala SMPN 3 Mojokerto, Rejo, tantangan tersebut tidak dipandang sebagai hambatan, tetapi peluang untuk melakukan inovasi manajemen pendidikan yang humanis dan bermakna.
Solusi pertama dimulai dengan penyesuaian jam belajar yang efektif dengan memangkas waktu istirahat untuk mempercepat waktu pulang tanpa mengorbankan esensi kurikulum. ”Pendidikan bukan soal memberi perintah dari balik meja, melainkan tentang melangkah bersama di baris terdepan. Di SMPN 3 Mojokerto, kami mengubah dahaga menjadi tenaga, dan lelah menjadi cahaya prestasi. Ramadan adalah madrasah ketangguhan,’’ katanya.
Salah satu terobosan paling menginspirasi, konsep kegiatan keagamaan yang inklusif. Pihaknya memastikan tidak ada satu pun murid yang terpinggirkan dalam perjalanan spiritual ini. ’’Itu sebagai salah satu implementasi school religi culture (SRC) di SMPN 3 yang menerapkan moderasi beragama,’’ terangnya.
Ada beberapa kegiatan selama bulan Ramadan. Di antaranya, pondok Ramadan bagi murid yang beragama Islam untuk memperdalam fikih puasa, tadarus, hingga etika digital (bermedsos bermartabat) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pondok rohani bagi murid yang beragama Kristen, dan pondok dharma bagi murid beragama Hindu dilaksanakan berkolaborasi dengan SMPN 1 Mojokerto.
’’Selain diajarkan untuk pentingnya menjadi seorang remaja yang bermanfaat bagi sesama. Sekaligus mencegah kejenuhan dan menjaga pengawasan murid agar tidak terjebak pada kegiatan negatif selama Ramadan,’’ papar dia.
Selain itu, beberapa aksi gotong royong sosial juga dilaksanakan selama Ramadan. Seperti penghimpunan zakat dan infaq yang disalurkan melalui Baznas Kota Mojokerto, kemudian harmoni dengan alam melalui gerakan Asri (aman, sehat, resik, dan indah). ’’Ini adalah solusi cerdas untuk menjaga lingkungan sekolah tetap asri sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab,’’ tandasnya.
Dalam kreativitas dan budaya, selama Ramadan, murid SMPN 3 Mojokerto juga meraih prestasi di beberapa perlombaan. Meliputi, juara 3 lomba patrol, juara 2 lomba beduk, juara harapan 2 lomba menari, serta juara 1 lomba banjari.
’’Ramadan di SMPN 3 Mojokerto adalah ketika rumus matematika bertemu dengan hangatnya doa dan langkah kompak patrol yang berujung pada mahkota juara. Dari pondok Ramadan, pondok rohani, hingga pondok dharma dan beragam kegiatan sosial, kami belajar bumi adalah satu keluarga. Karena harmoni sejati tumbuh saat perbedaan dirayakan dengan cinta,” pungkasnya. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah