’’Kami tidak membedakan standar kualitas antara sekolah formal dengan pendidikan kesetaraan. Peserta paket A dan paket B tetap mendapatkan pendampingan teknis yang sama, agar mereka bisa mengerjakan TKA dengan nyaman dan hasilnya valid secara akademik.”
Amsar Azhari Siregar
Kepala Dispendik Kabupaten Mojokerto
KABUPATEN - Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Amsar Azhari Siregar melakukan monitoring dan evaluasi (monev) langsung terhadap pelaksanaan gladi bersih tes kemampuan akademik (TKA), Senin (9/3).
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis, infrastruktur, serta kesiapan mental para siswa sebelum menghadapi ujian utama. Dalam kegiatan monev tersebut, Amsar didampingi Kabid Dikdas Dispendik Mujiati. Lokasi peninjauan dipusatkan di dua titik, SDN Ngabar dan SMPN 2 Jetis.
Amsar menuturkan, gladi bersih ini merupakan tahapan penting untuk memetakan kendala di lapangan. Terutama terkait stabilitas server dan sinkronisasi data peserta. ’’Mengingat ada lebih dari 21 ribu siswa yang terlibat secara serentak, kami harus memastikan bandwidth di setiap sekolah mencukupi agar tidak ada kendala teknis saat siswa mengakses soal,” ungkapnya.
Berdasarkan data dari dispendik, TKA tahun ini diikuti oleh ribuan siswa dari berbagai jenjang, termasuk jalur pendidikan kesetaraan. Perinciannya, jenjang SD 10.408 siswa, jenjang SMP 11.674 siswa, program paket A 38 siswa, dan paket B 193 siswa.
Dia menambahkan, monitoring ini juga untuk memberi motivasi kepada para siswa agar tidak merasa tertekan dengan sistem TKA yang perdana dilaksanakan tahun ini. Dia menegaskan, standar kualitas ujian diberlakukan sama bagi seluruh peserta, baik dari sekolah formal maupun jalur paket.
’’Kami tidak membedakan standar kualitas antara sekolah formal dengan pendidikan kesetaraan. Peserta paket A dan paket B tetap mendapatkan pendampingan teknis yang sama, agar mereka bisa mengerjakan TKA dengan nyaman dan hasilnya valid secara akademik,” jelas Amsar.
Adapun hasil TKA ini akan menjadi rapor bagi kualitas pendidikan di Kabupaten Mojokerto yang akan digunakan untuk menentukan kebijakan strategis ke depan. ”TKA ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan instrumen diagnosis. Melalui hasil ini, kami bisa melihat di materi mana siswa kita sudah unggul dan di bagian mana guru-guru perlu melakukan penguatan metode pengajaran. Ini adalah langkah nyata mewujudkan Mojokerto yang cerdas,” tandas Amsar.
Pelaksanaan gladi bersih di SDN Ngabar dan SMPN 2 Jetis terpantau berjalan lancar tanpa kendala berarti. Dinas pendidikan berkomitmen untuk terus mengawal proses ini hingga hari pelaksanaan ujian utama tiba. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah