KABUPATEN – Pelaksanaan program wajib belajar 13 tahun pada tahun ini kian diperkuat. Sebab, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan mencanangkan program pembangunan minimal satu taman kanak-kanak (TK) di setiap desa.
Hal itu diungkapkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat berkunjung ke SMK Muhammadiyah 3 (Mutia) Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Kamis (12/2) lalu.
Menurutnya, penguatan pendidikan anak usia dini menjadi fondasi penting dalam memastikan keberlanjutan wajib belajar hingga jenjang menengah. ’’Khusus untuk penguatan wajib belajar 13 tahun, kami secara bertahap akan berusaha membangun minimal satu TK untuk satu desa,’’ ungkapnya.
Menurutnya, pemerataan layanan TK di tingkat desa diharapkan dapat meningkatkan angka partisipasi pendidikan serta memperkuat kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan dasar. Sehingga pembangunan TK akan dilakukan secara bertahap agar akses pendidikan prasekolah bisa menjangkau seluruh wilayah.
’’Untuk pembangunan TK di desa nantinya didukung melalui pengalokasian anggaran khusus dari program revitalisasi satuan pendidikan yang mulai berjalan tahun ini,’’ urai dia.
Sementara itu, Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa mengaku sangat mendukung adanya kebijakan tersebut. Sebab, program satu desa satu TK ini dapat memeratakan pelayanan pendidikan anak usia dini (PAUD) di seluruh wilayah. ’’Kalau kita berkaitan dengan pendidikan anak usia dini, kita mendukung program itu. Kita mengupayakan bahwasannya tingkat lama sekolah anak sekolah kita tingkatkan,’’ paparnya.
Dia menegaskan, pendirian TK dapat diinisiasi oleh berbagai pihak, baik pemerintah daerah (pemda) maupun pemerintah desa (pemdes). Namun, lanjut dia, akan lebih efektif bila inisiatif datang langsung dari pemdes melalui program berbasis masyarakat.
’’Ya, kita berharap melalui program satu TK satu desa ini juga dapat merangsang anak-anak untuk kemudian meningkatkan taraf pendidikan mereka,’’ tandasnya. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah