Kegiatan diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan dari Kepala SMPN 1 Kutorejo Supriyadi. Kepada para peserta, ia menyampaikan agar mereka bersungguh-sungguh dalam mengikuti pelatihan. ’’Kegiatan ini sudah menjadi pilihan kalian karena sudah bergabung menjadi sekolah Duta Literasi. Kesempatan yang bagus ini gunakanlah dengan sebaik-baiknya,’’ pesannya.
Supriyadi menyatakan, melalui pelatihan ini diharapkan para peserta dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam hal jurnalistik. Termasuk juga agar mereka bijak dalam bermedia. ’’Siapa yang tahu kegiatan ini menjadi awal nantinya kalian menjadi seorang jurnalis andal. Saya berharap, dari kegiatan ini tidak hanya tentang kompetensi, melainkan juga bagaimana nantinya kalian berkomunikasi dengan publik dengan lebih baik lagi,’’ papar Supriyadi.
Pelatihan tersebut diikuti 100 siswa dari kelas 7, 8 dan sejumlah perwakilan kelas 9. Selama pelatihan, para siswa diberikan materi yang disampaikan Redaktur Jawa Pos Radar Mojokerto Fendy Hermansyah. Hanya sedikit teori yang diberikan, karena pelatihan ini tekanan pada aplikasi atau praktik. Selain mendapatkan teori dasar jurnalistik, mereka berpraktik membuat dan mengolah berita hingga teknik wawancara.
Fendy mengingatkan pentingnya literasi di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, kemampuan membaca secara kritis menjadi tameng utama agar pelajar tidak mudah percaya pada informasi media sosial yang belum terverifikasi. ’’Literasi yang baik akan membantu kita memilah informasi dan terhindar dari hoaks,’’ tegasnya.
Di samping itu, melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya memahami dasar jurnalistik, tetapi juga mampu mengasah keterampilan literasi, berpikir kritis, dan berani tampil di depan publik. ’’Semoga pelatihan singkat ini benar-benar memberi manfaat bagi siswa kedepannya,’’ pungkas Fendy. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah