Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Enviroversary Wehasta, Merawat Harapan, Menjaga Alam, dan Menumbuhkan Masa Depan

Fendy Hermansyah • Sabtu, 14 Februari 2026 | 04:50 WIB

 

 

Photo
Photo

KABUPATEN - Lembaga nonpemerintahan atau non-governmental organitation (NGO) yang bergerak di bidang pendidikan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat ini telah menunjukkan dedikasinya terhadap lingkungan. Wahana Edukasi Harapan Alam Semesta (Wehasta) yang berdiri sejak 14 Februari 2009 di daerah Trawas, Kabupaten Mojokerto, tersebut hingga kini terus bergerak aktif dalam bidang lingkungan. 

’’Hari ini, Wehasta sudah genap 17 Tahun,’’ kata Direktur Wehasta Sisyantoko. Berdirinya Wehasta ini diprakarsai oleh delapan orang pegiat lingkungan. Awal mula pusat kegiatan Wehasta berpusat di Trawas, namun sekarang sudah melebarkan sayap hingga kota-kota sekitar Kabupaten Mojokerto.

’’Dari sini (Trawas) proses belajar bernalar mengenai lingkungan diterapkan, kemudian ditularkan ke wilayah sekitar. Yakni, Surabaya, Gresik, Jombang, Pasuruan, hingga Sulawesi Tengah,’’ ujarnya. 

Photo
Photo

Cak Toko, sapaan akrab Sisyantoko, mengatakan, dalam proses pembelajaran lingkungan, pendekatan yang dilakukan Wehasta dengan cara experimental and action learning, yakni mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengenal potensi, pola pelestarian, hingga peran keberdayaan masyarakat dalam melestarikan lingkungan hidup. 

Ia menjelaskan, ada delapan program utama yang digaungkan Wehasta. Pertama, pendidikan lingkungan hidup; kedua, pemberdayaan masyarakat; ketiga, pertanian organik; keempat, pengelolaan hutan lestari; kelima, energi baru terbarukan; keenam, pendayagunaan potensi sampah; ketujuh, ekowisata; dan terakhir kearifan budaya. ’’Delapan program ini kami sebut sebagai Hasta Cita,’’ bebernya. 

Cak Toko menambahkan, di HUT ke-17, Wehasta mengusung tema Caring for Hope, Sustaining for Nature, Growing the Future. Beberapa kata ini mempunyai arti, makna, dan pengertian yang sangat luas. ”Merawat harapan, menjaga alam, menumbuhkan masa depan, mewakili setiap langkah kita. Lingkungan yang hijau, bersih, dan asri adalah impian banyak orang,” imbuhnya. 

Photo
Photo

Ia menuturkan, kehidupan yang selaras dengan alam bukan hanya indah untuk dinikmati, tetapi juga penting untuk keberlangsungan generasi mendatang. ’’Kini, semakin banyak dari kita yang mulai menyadari bahwa menjaga kelestarian lingkungan bukan sekadar wacana, tapi sebuah keharusan,’’ terangnya. 

Cak Toko menegaskan, alam butuh perhatian dan keseimbangan. Hutan yang lebat dan pepohonan yang rimbun tidak hanya memperindah pemandangan, tetapi juga menjadi penjaga kehidupan.

Photo
Photo

Mulai menyimpan air tanah, menyaring udara, mencegah erosi, dan menjadi habitat bagi banyak makhluk hidup. Menjaga alam, lanjutnya, bisa dimulai dari langkah sederhana, seperti menanam pohon. ’’Kegiatan ini membawa manfaat nyata dan berjangka panjang,’’ tegasnya. (dik/ris) 

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#non government organization #Wahana Edukasi Harapan Alam Semesta #Enviroversary Wehasta