NGORO - Program revitalisasi sekolah tahun ini dipastikan tetap berlanjut. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti bahkan menjamin proyeksi tambahan alokasi anggaran untuk perbaikan sekolah rusak.
Ia menyatakan, revitalisasi satuan pendidikan adalah salah satu program prioritas untuk meningkatkan layanan pendidikan. Sehingga perbaikan sekolah dilakukan bersama-sama oleh pemerintah pusat dengan pemerintah daerah (pemda). Di mana tahun 2025 lalu sasarannya sebanyak 16.171 satuan pendidikan dengan progres mencapai lebih dari 95 persen dan hampir tuntas seluruhnya.
Sedangkan, sisanya masih dalam proses lantaran terkendala faktor alam, realisasi kontrak Desember 2025, hingga faktor keamanan. ”Kita targetkan akhir Februari ini semua dari 16.171 revitalisasi satuan pendidikan sudah selesai 100 persen, dan alhamdulillah Mojokerto selesai 100 persen,” ujar Abdul Mu’ti, saat menghadiri peresmian gedung DKV di SMK Mutia Ngoro, Kamis (12/2).
Dia menambahkan, bagi pemda yang telah menuntaskan 100 persen program ini, kemungkinan besar akan kembali diusulkan untuk perbaikan sekolah pada tahun 2026. ”Yang sudah selesai 100 persen itu, 2026 ini bisa kita pertimbangkan (usulan perbaikan sekolah),” jelasnya.
Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan tahun ini bakal ada penambahan jumlah sasaran dalam program revitalisasi satuan pendidikan. Tambahan tersebut diestimasikan mencapai 60 ribu dari total 14.400 lebih yang masuk dalam APBN.
Sehingga, Kabupaten Mojokerto berpeluang mendapatkan alokasi untuk revitalisasi sekolah. ”Yang sudah ada di dalam APBN sekitar 14.400 sekian satuan pendidikan dari anggaran Rp 14 miliar. Bapak Presiden menyampaikan akan ada tambahan 60 ribu, dan masih dalam proses perubahan anggaran. Kalau ada tambahan lagi insya Allah (Mojokerto) aman,” tandasnya. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah