KABUPATEN - Program Jurnalis Mengajar yang diusung Jawa Pos Radar Mojokerto kali ini mendatangi SMPN 1 Ngoro. Workshop bertajuk Menjadi Jurnalis dalam 60 Menit, ini pun memantik antusiasme para siswa. Tak hanya berpraktik menulis berita, mereka juga tampak bersemangat mengetahui seluk beluk dunia jurnalistik.
Kemarin (12/2), pelatihan jurnalistik itu dibuka langsung oleh Kepala SMPN 1 Ngoro Sri Indayani. Menurutnya, dengan adanya program tersebut, para siswa diharapkan dapat lebih mengetahui tips dan trik menjadi jurnalis yang beretika. ”Kami minta anak-anak agar bisa memanfaatkan sebaik mungkin kegiatan pelatihan dari Jawa Pos Radar Mojokerto ini,” katanya.
Di sisi lain, lewat pelatihan tersebut, wanita yang akrab disapa Iin ini menargetkan, setidaknya siswa bisa menghasilkan karya jurnalistik yang lebih baik. Apalagi, di SMPN 1 Ngoro sudah memiliki ekstrakurikuler jurnalistik. ”Harapannya, ilmu yang diberikan oleh teman-teman Jawa Pos Radar Mojokerto bisa diaplikasikan para siswa, terutama saat menyusun buletin sekolah,” terang dia.
Acara lantas dilanjutkan dengan penyampain materi yang disampaikan Redaktur Jawa Pos Radar Mojokerto Fendy Hermansyah. Ia menyebut, untuk menjadi seorang jurnalis haruslah menjadi sosok yang skeptis. ”Artinya, tidak mudah percaya sebelum menelisik kebenaran informasi yang didapat,” paparnya.
Tak hanya menyampaikan materi, ia juga mendampingi para siswa menyusun naskah berita secara langsung. Pemaparan materi juga berlangsung interaktif. Bahkan, siswa yang mengajukan pertanyaan pun silih berganti. ”Anak-anak SMPN 1 Ngoro ini hebat semuanya. Tidak hanya antusiasme, secara materi dan praktik mereka sudah baik mengaplikasikan wawasan jurnalistik ke dalam produk jurnalistik,” tandasnya. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah