KOTA - Di tengah keterbatasan lahan yang dimiliki, SMPN 7 Mojokerto terus berusaha menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman untuk proses pembelajaran. ’’Lahan sekolah memang sempit, tapi kami mencari cara agar sekolah terasa nyaman dan aman untuk anak-anak dan guru,” papar Kepala SMPN 7 Mojokerto Evi Poespito Hany, M.Pd.
Menurut Evi, trik yang digunakan tak lain menciptakan lingkungan green school melalui vertical garden dan tabulampot. ”Masing-masing kelas bertanggung jawab menciptakan lingkungan hijau di depan dan belakang kelas,” ujarnya.
Terkait pengadaan bibit tanaman untuk merealisasikan lingkungan hijau, sebagai langkah pembelajaran anak didik agar ikut bertanggung jawab, pengadaan dan perawatan dikelola masing-masing kelas. ”Jenis tanamannya tidak boleh sama dengan kelas yang berhimpitan, sehingga beraneka ragam. Ada sayuran, buah dan toga. Antarkelas membuat kesepakatan sebagai bentuk pembelajaran musyawarah dan mufakat,” lanjutnya.
Menurut Evi, SMPN 7 saat ini tengah mempersiapkan diri menuju penilaian Sekolah Adiwiyata Nasional. Oleh karena itu, pihaknya berharap warga sekolah dan warga sekitar sangat mendukung. ”Insya Allah SMPN 7 bisa meraih predikat Sekolah Adiwiyata Nasional tahun ini,” tandasnya. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah