Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Perkuat Literasi dan Tangkal Berita Hoaks di Era Digital

Indah Oceananda • Senin, 9 Februari 2026 | 17:48 WIB

 

RAPAT REDAKSI: Siswa SMPN 3 Kutorejo berdiskusi layaknya rapat redaksi menentukan tema liputan dibimbing Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Mojokerto Moch. Chariris, Sabtu (7/2).
RAPAT REDAKSI: Siswa SMPN 3 Kutorejo berdiskusi layaknya rapat redaksi menentukan tema liputan dibimbing Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Mojokerto Moch. Chariris, Sabtu (7/2).
 

Jurnalis Mengajar di SMPN 3 Kutorejo 

KABUPATEN - Puluhan pelajar SMPN 3 Kutorejo antusias mengikuti workshop jurnalistik bertema: Menjadi Jurnalis dalam Waktu 60 Menit, di aula SMPN 3 Kutorejo, Sabtu (7/2). Tidak hanya belajar menulis, mereka juga praktik wawancara, fotografi, videografi, hingga menjadi reporter. 

Program Jurnalis Mengajar tersebut diinisiasi Jawa Pos Radar Mojokerto (JPRM) sebagai rangkaian dari Hari Pers Nasional (HPN) 2026 sekaligus menyambut anniversary ke-25 JPRM 1 Maret 2026 mendatang. Pelatihan dini diharapkan dapat membentuk kebiasaan menulis sekaligus meningkatkan kemampuan literasi media para remaja. 

Selama pelatihan, perwakilan siswa SMPN 3 Kutorejo yang tergabung dalam ekstrakurikuler jurnalistik ini dipandu langsung Pemimpin Redaksi JPRM Moch. Chariris. Kegiatan diawali dengan pembentukan kelompok dalam penentuan tema liputan, seperti rapat redaksi dan topik berita. ’’Ini untuk membuktikan, dalam waktu satu jam, menjadi wartawan bukanlah hal yang mustahil,’’ kata Chariris. 

Selama satu jam, siswa praktik menjadi jurnalis, dari liputan, penggalian data, wawancara, hingga menulis berita. ’’Dari praktik ini, anak-anak kita ajarkan juga bagaimana untuk menangkal berita hoaks, dan kita menanamkan agar mereka tetap skeptis saat menyaring informasi di masa kini,’’ ungkap dia. 

Di sisi lain, Chariris menyebutkan, pendekatan praktik ini bertujuan untuk mengasah critical thinking, literasi informasi, serta kemampuan menulis siswa dengan cara yang menyenangkan dan relevan dengan dunia nyata.

”Kami ingin siswa tak hanya tahu tentang teori, tetapi bisa memproduksi teks yang informatif, edukatif, faktual, dan sesuai kaidah jurnalistik. Ini juga bisa jadi bekal awal bagi mereka yang tertarik dengan dunia kepenulisan atau media,” tandasnya. 

Adapun pelaksanaan Jurnalis Mengajar di SMPN 3 Kutorejo ini merupakan kegiatan perdana di jenjang SMP/MTs yang dibuka langsung Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Amsar Azhari Siregar bersama Direktur JPRM  M. Nur Kholis. (oce/ris)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#smpn 3 kutorejo #jurnalis mengajar #Sekolah mojokerto