Dapur yang menyusul libur antara lain SPPG Kranggan terhitung mulai hari ini (4/2), dan SPPG Kauman sejak kemarin (3/2). Penghentian penyaluran MBG itu diumumkan ke para wali murid penerima manfaat oleh pihak sekolah. ”Hari ini (kemarin, Red) dapat pemberitahuan kalau mulai besok (hari ini, Red) libur karena dana dari pemerintah belum cair,” kata Nurul, salah satu orang tua siswa, kemarin.
Sebelumnya, sejumlah SPPG sudah lebih dulu berhenti memasak sejak Senin (2/2). Seperti SPPG Wates yang melayani hampir 4 ribu porsi MBG dan SPPG Miji dengan sasaran sekitar 3.800 penerima. ”Sepertinya yang kena dampak penghentian tambah meluas. Anak saya hari Senin dan Selasa masih dapat, tapi Rabu nanti ada pemberitahuan kalau libur,” ucap Yuda, wali murid TK yang menerima MBG dari SPPG Miji.
Menurut perwakilan Satgas MBG SPPG Wates Didik, berhentinya dapur akibat masalah pencairan dana dari BGN dialami sebagian besar SPPG. Kondisi tersebut tak hanya terjadi di Mojokerto. ”Sebagian besar di Mojokerto libur,” katanya, Senin (2/2).
Kedeputian Sistem dan Tata Kelola BGN menginformasikan adanya perubahan mekanisme pengajuan dan penyaluran dana. Hal itu tertuang dalam Keputusan Kepala BGN RI Nomor 401.1 Tahun 2025 yang mengatur petunjuk teknis tata kelola MBG tahun anggaran 2026.
Perubahan itu antara lain penyaluran dana periodik dibuat dengan skema pembayaran di awal atau auto top up dari sebelumnya sistem reimbursement. Artinya, PPK BGN secara otomatis akan mentransfer dana dengan mengacu laporan penggunaan dana harian dari SPPG. Saldo setiap SPPG ditetapkan maksimal Rp 500 juta dan BGN akan melakukan auto top up ke saldo virtual account apabila kurang dari Rp 150 juta. (adi/ris)
Editor : Fendy Hermansyah