Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

MBG Mandek, Siswa di Kabupaten Mojokerto Kembali Bawa Bekal dari Rumah

Indah Oceananda • Rabu, 4 Februari 2026 | 06:35 WIB

 

DAPAT GILIRAN: Para siswa SDN Kumitir 1 saat menyantap menu MBG yang baru saja berjalan selama dua hari, kemarin (30/9).
DAPAT GILIRAN: Para siswa SDN Kumitir 1 saat menyantap menu MBG yang baru saja berjalan selama dua hari, kemarin (30/9).
Sejak Januari Sekolah Tak Lagi Terima MBG 

KABUPATEN - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mojokerto juga belum sepenuhnya berjalan normal. Sebab, sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilaporkan menghentikan sementara operasional dapur mereka sejak Senin (2/2).

Bahkan, ada pula yang mandek sejak bulan Januari lalu akibat terkendala pencairan anggaran dari pemerintah pusat. Sehingga kondisi tersebut berdampak terhadap distribusi MBG ke masing-masing sekolah penerima manfaat. 

Seperti di SDN Mlaten, Kecamatan Puri, kemarin (3/2). Kepala SDN Mlaten Ida Royana menyebutkan, sejak Senin (2/2), sekolahnya tak lagi menerima distribusi MBG. ’’Informasi dari SPPG-nya, dana operasional dari pusat belum turun. Jadi, dua hari ini kami tidak ada MBG,’’ katanya.

Akibat operasional MBG dari SPPG Medali Puri berhenti didistribusikan, siswa di SDN Mlaten pun diinstruksikan agar membawa bekal dari rumah. ’’Kami mengantisipasi. Anak-anak juga kami imbau agar sarapan di rumah sebelum berangkat dan membawa bekal. Karena kita juga tidak diberitahu sampai kapan MBG-nya disetop seperti ini,’’ papar Ida. 

Demikian pula yang terjadi di SDN Sumolawang, Kecamatan Puri. Kepala SDN Sumolawang Siti Machmudah menuturkan, MBG di lembaganya justru sudah disetop sejak awal Januari lalu. Hingga kini, para siswa belum mendapatkan kembali distribusi MBG seperti sebelumnya. ’’Kita sudah tidak dapat MBG sejak awal masuk kemarin, Ya Januari ini, sebulan penuh tidak ada distribusi dari SPPG. Infonya karena kehabisan uang untuk operasional,’’ ungkapnya. 

Dirinya mengaku, dampak dari berhentinya operasional SPPG, para siswa kini kembali membawa bekal pribadi dari rumah. Meski demikian, Machmudah berharap ada kepastian lebih lanjut dari SPPG terkait kejelasan penyaluran MBG, terutama yang menyasar lembaganya. ’’Karena kasian anak-anak, yang sudah terbiasa makan siang dari MBG, sekarang akhirnya harus bawa bekal lagi. Dan kita juga harus jaga-jaga kualitas makanan untuk siswa kalau jajan di luar sekolah,’’ tandasnya. 

Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Mojokerto Rosidian Prasetyo belum merespons saat dikonfirmasi melalui via telepon dan pesan singkat Jawa Pos Radar Mojokerto kemarin. Diketahui, hingga saat ini terdapat 77 SPPG yang sudah beroperasi di Kabupaten Mojokerto, dari total 106 unit yang ditargetkan. (oce/ris)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#MBG mandek #keracunan mbg #mbg mojokerto