Pasca Ratusan Sekolah Terima Hibah Papan Pintar
KABUPATEN – Ratusan lembaga pendidikan di bumi Majapahit sudah menerima hibah papan interaktif atau interactive flat panel (IFP) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Untuk mendukung pengoperasian, sekolah juga diwajibkan menunjuk guru terutama di bidang informasi teknologi (IT) sebagai pilot project operator.
Di SMPN 2 Kutorejo, misalnya. Sebagai bentuk percepatan transformasi digital, pemanfaatan IFP yang dibagikan oleh pemerintah pusat terus dipantau. ’’Seluruh sekolah wajib mengoperasikan, guru-guru muda yang pandai IT bisa berbagi ilmu untuk pemanfaatannya dengan guru yang lebih senior tapi kemampuan IT-nya kurang,’’ kata Kepala SMPN 2 Kutorejo Rahayu Wijayanti, kemarin (30/1).
Rahayu menyebut, beberapa guru di sekolah lain juga sempat mengikuti pelatihan pemanfaatan IFP. Dari guru yang sudah dilatih itu mereka bakal menyebarkan ilmunya ke sekolah lain. ’’Kebetulan kalau di SMPN 2 Kutorejo punya guru IT yang bagus dan juga ada panduan penggunaan IFP. Jadi, kita tidak ikut pelatihan,’’ imbuhnya.
Dia menambahkan, pengadaan papan pintar dari Kemendikdasmen berdasar kesediaan satuan pendidikan masing-masing melalui aplikasi dapodik. Menurutnya, pembelajaran dengan IFP bisa menjadikan anak-anak lebih interaktif, kolaboratif, multimodal, dan bermakna. Selain itu, penggunaannya akan berpengaruh positif terhadap motivasi belajar. ’’Pemahaman konsep pembelajaran dan keterampilan abad 21 juga lebih mudah diakses dan dipahami oleh peserta didik,’’ tuturnya.
Berdasarkan data dinas pendidikan (dispendik), sebanyak 540 lembaga pendidikan di Kabupaten Mojokerto telah menerima bantuan IFP. Antara lain, di jenjang SD 120 lembaga, dan tingkat SMP negeri maupun swasta 420 unit. Di samping itu, PAUD dan TK juga menerima bantuan perangkat digital tersebut. Berdasarkan usulan sebelumnya, terdapat 853 lembaga yang mengajukan bantuan smart TV. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah