Kuota Terbatas, Kemenag Tunggu Juknis dari Pusat
KABUPATEN – Puluhan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kabupaten Mojokerto masih harus bersabar untuk mendapatkan sertifikasi pendidikan profesi guru (PPG). Menyusul jumlah antrean untuk mendaftarkan ke tahap tersebut masih cukup panjang.
Berdasarkan data aplikasi SiMPATIKA Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto, tercatat sekitar 60 guru belum mengikuti PPG. Jumlah tersebut sekaligus menjadi daftar tunggu atau waiting list bagi guru PAI di bumi Majapahit. ’’Masih ada sekitar 60-an guru PAI yang belum ikut sertifikasi PPG,’’ kata Plt Kasi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto Ama Noor Fikry, kemarin (28/1).
Ia menuturkan, setiap tahun, antrean panjang sertifikasi diakibatkan kuota yang tersedia tidak setara dengan jumlah guru yang ada di lapangan. Praktis, penyerapan guru untuk mendapatkan sertifikasi sangat kecil. ’’Ada yang sudah ikut sertifikasi, tapi juga belum tentu lolos. Jadi, harus mengulang di tahun sebelumnya,’’ beber dia.
Adapun kuota untuk mendapatkan sertifikasi hanya bergantung ketentuan dari pemerintah pusat. Selama setahun, biasanya kuota yang tersedia hanya sekitar 5 ribu dan diperebutkan seluruh guru PAI se-Indonesia. ’’Kalau mengacu pada kuota, tidak semuanya bisa ikut. Selama setahun juga kadang bisa jadi ada tambahan kuota, kadang tidak,’’ jelas Fikry.
Pihaknya berharap, seluruh guru PAI yang belum mengikuti PPG segera mendapatkan kesempatan. Agar mereka dapat memperoleh sertifikasi sekaligus peningkatan kompetensi profesional sebagai pendidik agama. ’’Total 60-an orang ini sebelumnya belum pernah mendapat panggilan untuk mengikuti sertifikasi PPG,’’ ulasnya.
Panggilan PPG, lanjut dia, sedianya bakal disampaikan melalui akun yang sudah dimiliki guru melalui aplikasi. Namun, untuk pelaksanaan PPG tahun ini, Fikry menyebut, Kemenag masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat. ’’Belum ada pengumuman resmi terkait PPG. Juknisnya dari pusat juga masih menunggu. Jadi, belum tahu kapan dibukanya,’’ tambahnya.
Dia menilai, dengan adanya sertifikasi PPG ini akan membantu para guru mendapatkan tunjangan. Sehingga kesejahteraan secara finansial bagi para guru PAI di Kabupaten Mojokerto dapat lebih terjamin. ’’Karena ada tidaknya sertifikasi juga memengaruhi tunjangan yang didapat oleh para guru,’’ pungkasnya. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah