KOTA - Jejak pendidikan awal Bung Karno di Mojokerto semakin terang. Hanya saja, tidak mengarah ke SDN Purwotengah yang kini dijadikan Galeri Kecil Soekarno, melainkan SMPN 1 yang diduga kuat dulunya adalah Sekolah Ongko Siji, tempat masa kecil sang proklamator itu mengenyam pendidikan dasar.
Tengara itu setidaknya ditopang tiga sumber sejarah yang otentik. Yakni, arsip pemerintahan Jepang dan besluit kolonial Belanda, dan arsip tulisan tangan Bung Karno sendiri yang tersimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Dalam arsip bertanggal 28 Januari 1943, yang dibuat pada masa pendudukan Jepang, Bung Karno menuliskan secara runtut riwayat pendidikannya. Pada bagian awal, ia menyebut pernah bersekolah di sekolah desa di Ploso (Jombang), kemudian Sekolah Kelas II di Sidoarjo, dan selanjutnya Sekolah Kelas I (Ongko Siji) di Mojokerto.
Catatan tangan tersebut menjadi bukti primer yang bersifat personal sekaligus administratif, karena ditulis langsung oleh Bung Karno dalam konteks pendataan resmi era Jepang. ’’Dokumen itu kini disimpan ANRI, Jakarta,’’ sebut Mochamad Faisol, pemerhati sejarah Soekarno kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.
Fakta tersebut sejalan dengan arsip pendidikan Jepang yang lebih dulu mencatat Bung Karno sebagai murid Sekolah Ongko Siji Mojokerto. Sekolah tersebut kini ditempati bangunan SMP Negeri 1 Mojokerto di Jalan Gajah Mada.
Sementara itu, keterkaitan ayah Bung Karno, R. Soekeni Sosrodihardjo, dengan sekolah yang sama diperkuat dua sumber berbeda. Pertama, besluit kolonial Belanda yang mencatat pemindahan R. Soekeni dari Sekolah Ongko Loro di Sidoarjo ke Sekolah Ongko Siji Mojokerto-sebuah promosi jabatan dalam struktur pendidikan Hindia Belanda.
Kedua, keterangan tersebut ditegaskan dalam buku karya Nurinwa, penulis biografi Soekarno, yang menyebut R. Soekeni mengajar di Ongko Siji Mojokerto. Dalam buku terbitan 2002 itu, Nurinwa bahkan telah menyebutkan cerita gamblang sekolah yang pernah dienyam BK berikut foto SLTP Negeri 1 Kota Mojokerto di Jalan Gajah Mada.
Faisol menilai rangkaian arsip ini tak lagi menyisakan ruang tafsir. ’’Pak Soekeni mengajar di Ongko Siji, itu dibuktikan dengan beslit. Bung Karno sendiri menulis bahwa ia sekolah di Ongko Siji Mojokerto. Arsipnya lengkap,’’ kata Faisol.
Menurut Faisol, jika arsip Jepang, besluit kolonial, buku sejarah, dan tulisan tangan Bung Karno bertemu pada satu titik yang sama, maka klaim Bung Karno bersekolah di Sekolah Ongko Loro Mojokerto menjadi lemah secara akademik. ’’Kalau narasi sekolahnya keliru, klaim kesejarahan bangunan yang dilekatkan juga harus ditinjau ulang,’’ tegasnya.
Ia bahkan menduga, SDN Purwotengah justru lebih berpeluang sebagai bekas Sekolah Ongko Loro. Faisol menekankan pentingnya verifikasi berbasis arsip sebelum sejarah dipublikasikan ke ruang publik. Dengan tambahan bukti tulisan tangan Bung Karno dari ANRI, Sekolah Ongko Siji Mojokerto kini berdiri sebagai simpul terkuat dalam jejak pendidikan awal Presiden pertama Republik Indonesia tersebut. (fen/ris)
Editor : Fendy Hermansyah