MOJOKERTO RAYA - Puluhan lembaga pendidikan negeri dan swasta di bawah naungan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto secara serentak melaksanakan Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP), Minggu (25/1).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan pendidikan karakter, kepedulian lingkungan, serta ketahanan pangan berbasis satuan pendidikan.
Pelaksanaan dilakukan secara luring terpusat di SMKN 1 Plosoklaten, Kabupaten Kediri yang dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan secara daring di sekolah masing-masing melalui Zoom. Di Mojokerto, aksi tersebut melibatkan 1.416 guru dan tenaga kependidikan serta 6.619 siswa sesuai ketentuan data dukung pencatatan MURI.
"Saya bangga dan bersyukur SMA, SMK, SLB negeri dan swasta di Kabupaten maupun Kota Mojokerto bisa berpartisipasi aktif dalam dua Pemecahan Rekor MURI ini. Yaitu, sebagai Pelopor dan Pelaksana Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) terbanyak Satuan Pendidikan serta Pemrakarsa Gerakan Penanaman Ragam Tanaman Produktif dan Penaburan Benih Ikan Serentak," kata Kepala Cabdindik Jawa Timur Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto Pinky Hidayati.
Menurutnya, lembaga sekolah memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pembelajaran kontekstual. Integrasi kebun sekolah, pemanfaatan lahan terbatas, dan edukasi gizi membentuk siswa yang sadar pangan, kreatif, dan bertanggung jawab terhadap keberlanjutan.
"Saat siswa dikenalkan pada proses pangan yang sehat dan berkelanjutan, kita sedang menyiapkan generasi yang tangguh, mandiri, dan peduli," ungkapnya.
Meski kegiatan dilaksanakan pada hari libur, masing-masing sekolah tetap berpartisipasi aktif dengan melakukan penanaman serentak di area sekolah, salah satunya di SMAN 1 Pacet yang sebelumnya pernah didapuk sebagai lembaga School Food Care.
Pinky menegaskan, Program SIKAP tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diharapkan berkelanjutan dan memberi manfaat lebih luas.
"Semoga melalui Program SIKAP ini, siswa-siswi Mojokerto menjadi pribadi berkarakter tangguh, mandiri dan peduli pada lingkungan," tandasnya. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah