MAHASISWA Kuliah Kerja Nyata-Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) ke-7 Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan GEN HEBAT (Generasi Sehat dan Hebat) Jumat, (23/1) lalu di Balai Desa Tawar, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini merupakan program edukasi kesehatan yang menyasar ibu-ibu yang memiliki bayi dan balita, serta kader PKK Desa Tawar, dengan tujuan meningkatkan pemahaman mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), isi piringku, serta tumbuh kembang anak.
Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Bidan Nurhayati, A.Md.Keb dan dr. Larasati J.A. Dawam. Dalam pemaparannya, dr. Larasati menekankan pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak sejak dini melalui Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Buku tersebut menjadi pedoman penting bagi orang tua untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan anak berjalan sesuai tahapan usianya.
’’Pemantauan tumbuh kembang anak melalui Buku KIA sangat penting karena akan berpengaruh pada kualitas hidup anak di masa depan. Jika pertumbuhan anak terganggu, dikhawatirkan anak dapat tertinggal dari teman sebayanya, termasuk dari segi perkembangan kognitif atau IQ,’’ ujarnya.
Sementara itu, Bidan Nurhayati, A.Md.Keb menyampaikan materi mengenai pentingnya imunisasi sebagai upaya pencegahan penyakit pada anak. Ia menjelaskan, imunisasi dasar memiliki peran besar dalam membentuk sistem kekebalan tubuh bayi agar terhindar dari penyakit berbahaya. ’’Imunisasi pada usia dini sangat penting karena merupakan perlindungan awal bagi bayi. Ada beberapa jenis imunisasi yang harus diberikan sesuai jadwal agar tumbuh kembang anak dapat berlangsung optimal,’’ ujarnya.
Selain penyampaian materi, kegiatan GEN HEBAT juga dilengkapi dengan praktik cuci tangan yang baik dan benar, sebagai bagian dari edukasi PHBS. Praktik ini bertujuan untuk membiasakan perilaku hidup bersih sejak dini yang dapat mencegah berbagai penyakit, khususnya pada bayi dan balita.
Menurut Bening Widhi Utomo, penanggung jawab program, kegiatan GEN HEBAT turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Antara lain SDGs 2 (Zero Hunger) melalui edukasi Isi Piringku guna memastikan pemenuhan gizi seimbang, SDGs 3 (Good Health and Well-Being) melalui peningkatan pemahaman mengenai PHBS, imunisasi, serta pemantauan tumbuh kembang anak. ’’Kemudian, juga diterapkan SDGs 4 (Quality Education) melalui edukasi kesehatan kepada ibu dan kader PKK sebagai bentuk pembelajaran dalam pengasuhan dan perawatan anak,’’ tandasnya. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah