’’Galeri itu bermasalah, sama bermasalahnya seperti Omah Pandean Gang VI No. 40, Peneleh, Surabaya (lokasi yang diyakini rumah kelahiran Bung Karno),’’ kata Faisol, merespons dibukanya Galeri Soekarno Kecil oleh Pemkot Mojokerto baru-baru ini.
Faisol mengungkapkan, berdasarkan identifikasi yang dilakukan Pak Nurinwa-penulis biografi Soekarno-terdapat kekeliruan dalam penempatan sejarah pendidikan tokoh. Ia menyebut, Soekarno kecil tidak terkait dengan Sekolah Ongko Loro sebagaimana narasi yang berkembang selama ini. ’’Pak Nurinwa mengidentifikasi, Pak Soekeni mengajar di sekolah Ongko Siji, bukan di sekolah Ongko Loro,’’ klaimnya.
Sekolah Ongko Siji tersebut, lanjut Faisol, menempati gedung yang kini digunakan sebagai SMP Negeri 1 Kota Mojokerto. Ia menyebut klaim tersebut memiliki dasar dokumen. ’’Itu dibuktikan dengan beslit,’’ tegasnya.
Selain itu, Faisol juga menyampaikan, BK (Bung Karno) tercatat menempuh pendidikan di sekolah yang sama. ’’BK juga sekolah di sekolah Ongko Siji Mojokerto, bukan di sekolah Ongko Loro,’’ katanya.
Sementara itu, Faisol menduga bangunan lain justru memiliki keterkaitan dengan Sekolah Ongko Loro. ’’Sedangkan gedung SDN Purwotengah itu diduga adalah bekas sekolah Ongko Loro,’’ ujarnya.
Ia menilai, jika narasi sejarah sekolah Ongko keliru sejak awal, maka klaim kesejarahan bangunan yang dijadikan galeri juga patut dipertanyakan. Faisol menekankan pentingnya verifikasi berbasis arsip sebelum narasi sejarah dipublikasikan ke ruang publik.
Sementara itu, terkait dorongan untuk kaji ulang narasi galeri Soekarno Kecil tersebut belum mendapat respons dari Pemkot Mojokerto. Dihubungi terpisah, permintaan konfirmasi dan tanggapan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto Agung Moeljono terhadap tanggapan pemerhati sejarah terhadap Galeri Soekarno Kecil belum juga didapatkan. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah