Itu diawali dengan peresmian kantor Bursa Kerja Khusus (BKK). Peresmian ini dilaksanakan langsung oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur (Cabdindik) Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto Pinky Hidayati bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Mojokerto, Yo’ie Afrida Soesetyo Djati.
’’Ini sebuah terobosan yang sangat bagus. Sekolah tak hanya membekali dengan ilmu pengetahuan saja, tetapi juga memberikan layanan pembekalan keterampilan untuk mencari kerja. BKK ini patut dicontoh sekolah lainnya, demi memberikan pelayanan bagi murid-murid yang akan lulus,’’ ujar Pinky Hidayati saat meresmikan BKK.
SMAN 1 Gondang menjadi satu-satunya dan pertama di Mojokerto Raya bahkan Jawa Timur, sebagai SMA yang memiliki BKK. Pendirian BKK ini, melalui proses lebih dari setahun dan diinspirasi atas kerja sama sekolah dengan Larasdikdudi Jatim (Penyelarasan Pendidikan Dunia Usaha dan Dunia Industri Jawa Timur), yang berbasis dikampus ITS Surabaya.
Tepat setelah peresmian BKK, Kepala SMAN 1 Gondang Johan Bahrudin langsung melakukan penandatanganan kerjasama dengan Disnaker Kabupaten Mojokerto, SMKN 1 Jatirejo, dan SMKN 1 Sooko. Kerjasama ini dimaksudkan untuk memfasilitasi murid yang ingin bekerja dan tidak melanjutkan kuliah.
’’Bentuk kerja sama ini memfasilitasi berbagai pelatihan sesuai peminatan murid. Kami harap, para guru SMAN 1 Gondang juga mau up skilling sesuai yang diinginkan sebagai modal dalam pendampingan minat murid-muridnya,’’ ulas Johan.
Kemudian, SMAN 1 Gondang juga melakukan program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan). Sebelumnya, inovasi program tersebut bernama School Food Care (SFC). ’’Untuk di SMAN 1 Gondang, kami memformulakan program SIKAP dalam bentuk inovasi Sasisatap (Satu Siswa Satu Tanaman Produktif). Uji coba sudah dilaksanakan dan tinggal implementasinya secara massal dilingkungan sekolah,’’ imbuhnya.
Sebelumnya, SMAN 1 Gondang juga sudah berhasil mengembangkan beberapa unsur pangan yang relevan. Ada budidaya jamur, kolam ikan, ternak ayam petelur dan pedaging, berbagai jenis tanaman sayur-mayur, dan bahkan produksi maggot.
Bersamaan dengan itu pula, SMAN 1 Gondang juga menggelar Dies Natalis Ke-39. Rangkaian seluruh kegiatan dibagi menjadi dua hari, mulai 21-22 Januari lalu. Di hari pertama, dilakukan kegiatan Khotmil Qur’an, Sholawatan, Seni Banjari, Ceramah Agama, dan Tasyakuran dalam bentuk Lomba Menghias Tumpeng Mini.
Sedangkan di hari kedua Dies Natalis, menjadi ajang kreativitas murid-murid SMAN 1 Gondang, terutama dibidang seni budaya dan ditutup dengan tampilan band serta guest star undangan. Bertemakan Hexagona (High, EXcellent, Actions, smaGO, NAturalize), seluruh murid dan penata acara harus tampil dalam balutan busana Back To 90.s yang bermakna belajar dari masa lalu uintuk hari depan yang lebih baik.
’’Saya sangat bersyukur dan hanya mampu berterimakasih atas kerja keras dan dukungan semua pihak. Prinsipnya, semua gagasan dan inovasi ini tercipta karena kerja sama semua unsur dalam sekolah dan kepedulian pihak luar sekolah. Esensinya, sekolah harus mampu mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua dan berdampak positif bagi prestasi dan masa depan seluruh murid,’’ tandasnya. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah