’’Persiapan khusus untuk siswa meliputi modul pembelajaran, pembiasaan karakter di lingkungan asrama, hingga dukungan psikologis. Ini hal penting karena latar belakang siswa kami sangat beragam,’’ ungkap Kepala SRMP 15 Mojokerto Heri Susanto, kemarin (19/1).
Persiapan tersebut dilakukan Heri bersama staf pengajar yang terdiri dari 12 guru kelas, satu guru agama, serta lima wali asuh. Seluruhnya terlibat aktif, baik dalam proses akademik siswa maupun pembinaan pola hidup berasrama. Menurutnya, persiapan sejak dini menjadi hal penting karena para siswa belum terbiasa jauh dari keluarga dan harus menetap di asrama selama 24 jam penuh.
’’Kami juga akan mempersiapkan dari sisi psikologisnya, meski dari segi kesiapan mereka sudah mampu karena ada seperti MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah),’’ terangnya.
Saat ini, SRMP 15 Mojokerto menampung 50 siswa yang terbagi dalam dua rombongan belajar (rombel), masing-masing 25 siswa dan 25 siswi. Proses pembelajaran dan asrama berada di lokasi terpisah.
Selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat yang berlokasi di gedung Diklat Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) di Jalan Terusan Nomor 199, Kecamatan Gedeg, ini para siswa didampingi staf pengajar, wali asuh, serta tenaga kependidikan.
’’Setiap wali asuh masing-masing mendampingi 10 siswa secara intensif,’’ tuturnya. Pembelajaran siswa telah berjalan selama enam bulan. Seiring waktu, para siswa disebut semakin betah tinggal di asrama. Bahkan, mereka mengaku ingin segera kembali ke asrama saat libur semester sebelumnya.
Perubahan jam jenguk siswa juga dilakukan. Dari yang awalnya satu kali dalam sepekan, seiring berjalannya waktu menjadi satu kali dalam sebulan, dan kini menjadi setiap tiga bulan sekali. Kebijakan tersebut bertujuan untuk melatih kemandirian siswa.
’’Siswa merasa senang, sudah satu semester ini mereka semakin betah. Karena di asrama juga memiliki fasilitas lebih yang difasilitasi oleh pemerintah,’’ tandasnya.
Disinggung mengenai penerimaan siswa baru tahun ajaran 2026/2027, Heri mengaku masih menunggu keputusan resmi dari Kementerian Sosial (Kemensos) dan pemerintah daerah (pemda). Para siswa juga menantikan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kecamatan Dawarblandong.
Program pendidikan gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto dinilai semakin diminati masyarakat. Antusiasme orang tua untuk menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat pun terus meningkat. Nantinya, proses seleksi siswa baru akan semakin ketat dan mengacu pada Data Tunggal Ekonomi Nasional (DTEN).
’’Kita masih menunggu arahan dari Kemensos dan Bapak Bupati nanti, terkait lokasi belajar untuk siswa baru nanti. Kalau harapan kami, gedung permanen di Dawarblandong bisa segera rampung, sehingga dapat memfasilitasi banyak siswa, karena kapasitasnya 1.000 siswa,’’ pungkasnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah