Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Siswa di Mojokerto Dianjurkan Bawa Bekal Sendiri, Buntut Operasional SPPG Dihentikan Sementara

Indah Oceananda • Kamis, 15 Januari 2026 | 05:50 WIB

 

 

Sebanyak 24 siswa di Kalimantan Barat keracunan MBG
Sebanyak 24 siswa di Kalimantan Barat keracunan MBG
KABUPATEN - Seiring mencuatnya kasus keracunan massal Makan Bergizi Gratis (MBG), Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto memastikan kondisi pembelajaran di satuan pendidikan tetap kondusif. Lembaga yang terdampak untuk sementara waktu diminta membawa bekal dari rumah buntut diberhentikannya operasional SPPG Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo. 

Sekretaris Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Siti Mardijana mengungkapkan, pihaknya tetap memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) di lima lembaga tetap berjalan seperti biasa. Namun, untuk suplai MBG, sementara waktu siswa dianjurkan membawa bekal dari rumah. ’’Kantin sekolah juga kita siagakan, tapi harus tetap menjaga kebersihan dan kesehatan makanannya,’’ kata dia, kemarin (14/1). 

Sesuai data dispendik, ada enam lembaga dalam naungannya yang terdampak. Antara lain, SMPN 2 Kutorejo, SMP Al Hidayah, SDN Wonodadi 1 dan Wonodadi 2, SDN Singowangi, dan TK TK Dharma Wanita Wonodadi . Dari enam lembaga ini, paling banyak di SMPN 2 Kutorejo, dengan total 293 anak dari jumlah penerima (MBG) 666 siswa. Sebanyak 164 siswa merasakan gejala ringan dan gejala sedang dialami 68 siswa. 

Di sisi lain, siswa yang terdampak dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif, mendapatkan dispensasi dan pembelajaran susulan ke depannya. ’’Kalau memang kondisional, kesehatan diutamakan. Proses pembelajaran harus tetap berjalan,’’ bebernya. 

Ia menambahkan, dispendik tetap mengedepankan prioritas kesehatan peserta didik yang terdampak insiden tersebut. Sehingga seluruh satuan pendidikan diminta untuk tetap menjaga kondusivitas kegiatan pembelajaran. ’’Tentu ini jadi evaluasi bersama kita, agar ke depannya lebih waspada lagi,’’ tandasnya. (oce/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#Keracunan Menu MBG #keracunan mbg #Keracunan Mojokerto #Menu MBG Basi #keracunan massal