MOJOKERTO RAYA – Usai penentuan kuota eligible diumumkan, kini masing-masing sekolah diimbau mulai mempersiapkan pengisian data siswa melalui Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
Pengisian PDSS ini sebagai langkah awal untuk mendaftarkan peserta didik yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi. Terutama, bagi mereka yang akan bersaing di jalur prestasi atau Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
’’Pengisian PDSS ini tahapan yang krusial sebelum pendaftaran SNBP. Karena jadi penentu utama bagi siswa dan sekolah untuk dapat berpartisipasi dalam proses seleksi tersebut,’’ kata Kasi SMA PKLK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Kabupaten-Kota Mojokerto Imron Rosadi, kemarin (2/1).
Dia menjelaskan, PDSS jadi basis data resmi yang menghimpun rekam jejak prestasi sekolah serta nilai rapor siswa eligible (siswa yang layak mengikuti jalur prestasi), atau yang memenuhi syarat untuk jalur SNBP. Seluruh proses penginputan data ini merupakan wewenang dan tanggung jawab penuh pihak sekolah. ”Sistem PDSS ini juga mengakomodasi kurikulum sekolah yang diselenggarakan secara nasional. Baik itu Kurikulum Merdeka, K13, dan KTSP, dengan model paket maupun SKS,’’ urainya.
Imron menambahkan, seleksi SNBP 2026 mengacu pada data resmi Data Pokok Satuan Pendidikan (Dapodik). Praktis, jika data tidak valid atau terdapat perbedaan dengan dokumen kependudukan, maka sistem dapat menolak identitas siswa yang terdaftar tersebut. ’’Nah, risikonya nanti siswa bisa gagal mengikuti seleksi, bukan karena faktor nilai melainkan murni karena kesalahan sinkronisasi data. Jadi, sekolah juga harus hati-hati saat pengisian PDSS ini,’’ paparnya.
Selain pengisian PDSS, dalam waktu dekat sekolah juga bisa mulai registrasi akun SNPMB lembaga masing-masing pada 5 Januari nanti. Adapun pengisian PDSS bakal berakhir 2 Februari. ’’Kalau PDSS dan akun SNPMB sekolah sudah dibuat, maka nanti giliran siswa yang membuat akun registrasi SNPMB. Itu baru dibuka sekitar 12 Januari nanti,’’ tandasnya. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah