Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tak Hanya karena Libur Semester, Ini Penyebab SPPG di Kota Mojokerto Macet

Yulianto Adi Nugroho • Kamis, 25 Desember 2025 | 14:45 WIB

 

SEPI: Kondisi SPPG Wates, Kecamatan Magersari usai tak beroperasi, kemarin (19/12).
SEPI: Kondisi SPPG Wates, Kecamatan Magersari usai tak beroperasi, kemarin (19/12).

KOTA - Penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah selama libur semester ganjil di Kota Mojokerto tak berlangsung serempak.

Sejumlah sekolah tetap menerima MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), namun sebagian lainnya tidak.

Di sisi lain, jumlah SPPG yang berhenti beroperasi karena macetnya dana operasional dan Badan Gizi Nasional (BGN) juga bertambah.

Informasi yang digali Jawa Pos Radar Mojokerto, penerapan program MBG selama liburan semester pada 22 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026 ditentukan berdasarkan kesepakatan SPPG dan sekolah penerima manfaat.

Bentuk makanan yang disalurkan pun ditentukan bersama, apakah berupa menu basah, kering, atau lainnya.

Salah satu SPPG yang tetap beroperasi itu berada di Kelurahan Meri. ’’Infonya SPPG Meri lanjut,’’ kata anggota Komisi III DPRD Kota Mojokerto Nuryono Sugi Raharjo, kemarin (24/12).

Adapun penyaluran MBG ke SMPN 8 Mojokerto dari SPPG di Kelurahan Miji diliburkan selama jeda semester ini.

 

Salah satu guru SMP di Jalan Raden Wijaya itu mengatakan, repotnya mekanisme penyaluran menjadi pertimbangan MBG diliburkan. ’’Kita tidak mau merepotkan orang tua yang harus mengambil MBG ke sekolah, karena ada yang kerja dan sebagainya,’’ ucapnya, kemarin (24/12).

Selain itu, sekolah juga tak bisa memaksa seluruh siswa harus mengambil MBG selama libur. ’’Dari 585 siswa, kalau yang mengambil katakanlah 50 persen, terus sisanya nanti bagaimana?,’’ imbuh dia.

Terhentinya asupan MBG juga dialami para siswa dari SPPG di Kelurahan Purwotengah.

Tapi, bukan karena alasan libur semester, mandeknya MBG di wilayah tengah kota ini gara-gara dana operasional dari pemerintah pusat belum cair.

Kondisi serupa sebelumnya juga dialami SPPG di Kelurahan Wates yang berakibat terhentinya pasokan MBG ke sekitar 3 ribu siswa sejak Kamis (18/12).

’’Anak saya tidak dapat karena dana operasional belum turun, begitu kata SPPG-nya sekolah anak saya,’’ tutur Aji, wali murid SD di Kelurahan Gedongan yang menjadi salah satu penerima manfaat dari SPPG Purowotengah, kemarin (24/12). (adi/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#Pemkot Mojokerto #Mbg #SPPG #mbg macet #Kota Mojokerto